Baca dalam 3 menit

Tiongkok Punya Ruang Membalas'Sanksi Ekonomi India

Waktu Publish : 01 Jul 2020, 16:12 WIB
SHARE ARTIKEL

Tiongkok Memiliki Ruang Membalas Sanksi Ekonomi India - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id – Para pengamat ekonomi Tiongkok, bicara terkait pemboikotan India terhadap barang-barang produk Tiongkok. Katanya, bisa saja Tiongkok membalas, memberikan sanksi ekonomi terhadap India.

Diketahui, seruan pemboikotan barang-barang Tiongkok, muncul sejak meletusnya bentrok antara militer India dan Tiongkok di perbatasan Himalaya, yang mengakibatkan sedikitnya 20 tentara India terbunuh.

Dalam dua minggu terakhir ini, seruan boikot semakin gencar dilakukan.

Dalam upacara untuk menghormati para prajurit pada hari Minggu (28/6/2020), Perdana Menteri India Narendra Modi mendorong orang India untuk membeli lebih banyak barang dari produsen dalam negeri.

Pada pekan lalu, India memerintahkan vendor pada platform e-commerce yang dikelola pemerintah untuk memberi label negara asal produk, dan menyertakan filter untuk menunjukkan produk ‘buatan India’.

Barang-barang Tiongkok telah dihentikan dan ditunda untuk pemeriksaan tambahan di perbatasan sebagai tanggapan terhadap wabah baru COVID-19 di Tiongkok.

Pada Senin (29/6/2020), Economic Times India melaporkan bahwa pemerintah India sedang mempertimbangkan untuk menyelidiki perusahaan-perusahaan kerang Tiongkok yang berbasis di Asia Tenggara yang mungkin mengirimkan barang ke India.

Selain itu, otoritas India juga memberlakukan bea masuk anti-dumping pada baja dan aluminium dari Tiongkok.

Menurut Tu Xinquan (屠新泉), Pakar Perdagangan Tiongkok di Universitas Bisnis dan Ekonomi Internasional Beijing (北京对外经济贸易大学), Tiongkok sejauh ini tidak menunjukkan tanda-tanda melakukan tindakan pembalasan terhadap aksi India untuk memboikot barang-barang Tiongkok.

Tapi, Tiongkok memiliki ruang untuk melakukannya jika diperlukan.

"Jika India melangkah terlalu jauh, Tiongkok akan benar-benar bereaksi, mungkin dengan menempatkan kontrol ekspor pada komponen-komponen penting, dan obat-obatan juga dapat menjadi sasaran," kata Tu Xinquan (屠新泉), seperti dilansir dari laman scmp.com.

India berpikir dengan melakukan aksi pemboikotan dan meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang Tiongkok di India dapat menghukum Tiongkok terkait konflik perbatasan.

Namun, aksi tersebut justru membuat bisnis dan konsumen India kemungkinan akan menjadi pihak utama yang dirugikan, apalagi jika Tiongkok membalas sanksi ekonomi India itu.

Dilansir dari South China Morning Post, pada tahun 2019 saja, India telah mengalami defisit perdagangan dengan Tiongkok sebesar US $ 51,24 miliar (sekitar 733,5 triliun rupiah). Menurut pemerintah Tiongkok, jumlah itu lebih dari gabungan defisit mitra dagang terbesar kedua dan ketiga India, Arab Saudi dan Irak.* (*)



Terkait

news

Slogan 'Boikot China' Lagi Tren di India, Apa Benar Segampan...

  • Della Shafira Putri
  • 25 Oct 2020

news

Perusahaan Tiongkok di India Didiskriminasi

  • Della Shafira Putri
  • 18 Aug 2020

news

Xi'an akan Buka Rute Kereta Barang Tiongkok-Eropa

  • Isna Fauziah
  • 01 Aug 2020

news

Blogger Amerika Bantu Dunia Dengar Opini Masyarakat Tiongkok

  • Yohana Intan
  • 31 Jul 2020

news

Tiongkok, AS Harus Mengatur Ulang Hubungan Antar Kedua Negar...

  • Yohana Intan
  • 31 Jul 2020

news

Daratan Tiongkok Melaporkan 105 Kasus COVID-19 Baru

  • Yohana Intan
  • 30 Jul 2020
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong