Baca dalam 3 menit

Benarkah Kasus COVID-19 Baru di Hotel Conrad Tianjin Itu Berasal dari Pasar Xinfadi?

Waktu Publish : 24 Jun 2020, 17:40 WIB
SHARE ARTIKEL

Pasar Xinfadi - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Tianjin, Bolong.id - Hasil pengurutan genom sampel virus dari pasien COVID-19 yang dilaporkan di Tianjin, ternyata sama dengan infeksi virus di pasar Xinfadi, Beijing. Pria berusia 22 tahun yang bekerja di hotel Conrad Tianjin dinyatakan terinfeksi COVID-19, pada hari Rabu (17/06/20) lalu. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tianjin (CDC Tianjin) (天津市疾控中心), pada hari Senin (22/6/20) lalu, mengungkapkan bahwa berdasarkan sejarah epidemiologis dan hasil pengurutan genom, ini memang benar merupakan kasus penularan dari manusia ke manusia.

Zhang Ying (张颖), wakil kepala CDC Tianjin (天津市疾控中心), mengatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan kalau pasien itu dikonfirmasi tertular virus dari koki yang juga bekerja di hotel Conrad Tianjin. Menurut Yang Zhanqiu (杨战琦), wakil direktur departemen biologi patogen di Universitas Wuhan (武汉大学), koki tersebut sudah mengikuti tes dan hasilnya positif, artinya dia terinfeksi COVID-19. Namun, karena dia tidak menunjukkan gejala apapun, akhirnya cuma dikategorikan sebagai pasien tanpa gejala saja.

Sebelumnya, koki tersebut juga sempat pergi ke Beijing berkali-kali selama beberapa bulan terakhir, dan juga mengunjungi beberapa restoran di Beijing dan tempat hiburan lainnya, tetapi tidak menunjukkan gejala apapun. Di sisi lain, pasien tersebut mengaku bahwa dirinya tidak memiliki riwayat perjalanan dalam 14 hari sebelum penyakitnya muncul, serta tidak ada riwayat kontak dengan kasus positif lainnya. Hal ini pun memicu kekhawatiran publik tentang sumber infeksi yang tidak jelas dari mana datangnya.

Tianjin telah mendeteksi 9.966 orang yang memiliki riwayat kunjungan ke pasar Xinfadi, namun semuanya terbukti negatif COVID-19. Sampel yang diambil dari pasar makanan laut lokal juga hasilnya negatif, pada hari Sabtu (20/6/20) lalu. Para ahli telah mengemukakan berbagai teori tentang bagaimana pasien itu bisa tertular penyakit tersebut, dengan mengatakan bahwa mungkin saja dia terinfeksi dari siapa pun yang memasuki Tiongkok dengan membawa virus tersebut, misalnya, ada orang yang datang dari daerah berisiko tinggi di Beijing, atau ada orang yang sempat menyentuh makanan beku yang terkontaminasi di sana.

Terkait

health

Diperlukan 450 Tahun Urai Sampah Masker di Laut

  • Yohana Intan
  • 19 Aug 2020

health

Sistem Diagnostik Virus Berikan Hasil Tes COVID-19 dalam Wak...

  • Yohana Intan
  • 01 Aug 2020

news

Daratan Tiongkok Melaporkan 105 Kasus COVID-19 Baru

  • Yohana Intan
  • 30 Jul 2020

news

Kompetisi 'Persahabatan dan Kerjasama' ASEAN-Tiongkok Digela...

  • Yohana Intan
  • 30 Jul 2020

health

Strain COVID-19 Urumqi Mirip dengan Beijing

  • Aisyah Hidayatullah
  • 30 Jul 2020

news

89 Kasus Baru di Xinjiang Semuanya dari Urumqi

  • Yohana Intan
  • 29 Jul 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong