Baca dalam 3 menit

Inspiratif, Cerita Pianis Muda Berbakat China

Waktu Publish : 11 Jan 2021, 12:23 WIB
SHARE ARTIKEL

Pianis Muda Berbakat China, A Bu - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Sejak usia 13 tahun, pianis Tiongkok A Bu debut di Beijing Nine Gates International Jazz Music Festival pada 2012. Jelas, dia spesial. Dia memukau penonton, musisi dan kritikus dengan keahliannya dalam membawakan lagu-lagu yang ditulis jauh sebelum dia lahir.

Sudah menjadi sosok fenomenal di kancah jazz Tiongkok dan sudah berkolaborasi dengan musisi jazz internasional seperti Herbie Hancock dan Wayne Shorter, A Bu, pada usia 21 tahun, adalah seorang mahasiswa yang sedang menempuh gelar sarjana musiknya di Juilliard School New York jurusan penampilan piano klasik.

Dengan lagu berjudul One Step East, album terbaru A Bu yang dirilis pada 11 Desember 2020 menggabungkan kemistri antara bahasa musik Timur dan Barat yang dipahaminya, dilansir dari chinadaily.com.cn, Senin (11/1/2021).

Bassis Amerika Larry Grenadier dan drummer Eric Harland membentuk trio bersama dengan A Bu, dan trio tersebut merekam album baru A Bu di studio Power Station New England di Connecticut tahun lalu. Matt Pierson, produser pemenang penghargaan yang telah bekerja dengan beberapa musisi jazz kontemporer terbaik seperti pianis Brad Mehldau dan pemain saksofon Joshua Redman, juga diundang untuk memproduksi album baru A Bu ini.

A Bu - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

A Bu mengadaptasi karya jazz klasik Someday My Prince Will Come, yang mana menjadi pembuka pada album barunya. Lalu lagu terakhir dari album ini menampilkan lagu Goodbye Pork Pie Hat yang ditulis oleh bassis dan komposer hebat Charles Mingus dan direkam pertama kali di album tahun 1959 Mingus Ah Um.

A Bu juga memamerkan bakat menulisnya di album barunya dengan karya aslinya, termasuk lagu utama One Step East, yang dipengaruhi oleh musik rakyat Tiongkok dan selingan oriental, di mana pianis tersebut mengeksplorasi identitas oriental melalui bahasa musik.

Dia juga mengadaptasi salah satu lagu musisi favoritnya, Cui Jian yaitu The Lost Season, yang ditulis dan dibawakan oleh Cui, seorang pelopor rock Tiongkok, dan pertama kali dirilis di album Cui Show You Color pada tahun 2005.

"Saya selalu ingin mengadaptasi lagu-lagu Cui Jian, dan The Lost Season penuh dengan suara khas Tiongkok," kata A Bu. "Saya bertemu Cui Jian ketika saya masih remaja dan bermain (piano) saat di klub jazz di Beijing. Dia sangat tertarik dengan jazz dan sangat mendukung saya."

Sebelumnya, pada 9 Oktober 2020, A Bu telah merilis single, Imagine, yang diadaptasi dari lagu John Lennon dengan judul yang sama. Single yang dirilis pada hari ulang tahun ke-80 Lennon ini merupakan bentuk penghormatan kepada musisi legendaris tersebut. Di album barunya, One Step East, A Bu juga memberikan penghormatan kepada Lennon dengan membawakan lagu Jealous Guy, yang ditulis dan dibawakan oleh Lennon dan pertama kali muncul di album Imagine pada tahun 1971.

Lahir di Beijing, A Bu yang bernama asli Dai Liang, mulai berlatih piano klasik setelah dia masuk ke toko musik bersama orang tuanya dan menunjuk ke alat musik terbesar yang bisa dia lihat, piano. Saat itu A Bu baru berusia 4 tahun.

Sebelum berusia 10 tahun, A Bu telah terdaftar di sekolah dasar di Pusat Konservatorium Musik di Beijing. Ayahnya, Dai Bin, seorang pecinta musik, kemudian menemukan fakta bahwa putranya menyukai bermain piano selama berjam-jam setelah menyelesaikan sesi latihan yang ditugaskan oleh gurunya. Dai Bin lalu mengundang pianis Tiongkok Kong Hongwei, yang membentuk salah satu perintis band jazz di negara itu, Golden Buddha, untuk mengajar putranya selama lebih dari lima tahun.

Sang ayah biasanya mengajak putranya untuk menonton musik jazz live di tempat-tempat musik jazz populer di Beijing, seperti CD Cafe dan East Shore Cafe, di mana Dai Liang tidak hanya menonton banyak pertunjukan jazz secara langsung tetapi juga tampil bersama musisi jazz.

"Saya suka bermain di atas panggung, yang mana seperti proses untuk berbagi, dan itu membuat saya bahagia," ungkap A Bu.

A Bu Saat Menghadiri Montreux Jazz Festival 2016 - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Pada tahun 2015, A Bu memenangkan Hadiah Pertama dan Pilihan Penonton pada Kompetisi Piano Solo Jazz Montreux yang bergengsi di Swiss, dia adalah musisi Tiongkok pertama yang mendapatkan penghargaan tersebut. Setahun kemudian, ia diundang untuk memberikan pertunjukan solo pada edisi ulang tahun ke-50 Festival Jazz Montreux.

Karena pandemi virus corona, A Bu menghabiskan banyak waktu berlatih di rumah selama 11 bulan terakhir, yang memungkinkannya untuk menulis musik. "Saya tertarik pada ide-ide yang saya dapatkan dari kehidupan sehari-hari saya," katanya.

“Saya mengumpulkannya di ponsel atau di kertas. Beberapa ide akan dikembangkan menjadi komposisi (musik). Selain sebagai pianis, saya ingin memiliki peran yang berbeda sebagai musisi, seperti komposer, produser, konduktor dan arranger dengan menjadi bagian dari berbagai macam proyek,” pungkas A Bu.

Terkait

news

Statistik China : Permintaan Konsumen Domestik Terus Pulih

  • Visco Joostensz
  • 13 May 2021

news

POTRET : Ladang Garam di Shandong

  • Lupita
  • 13 May 2021

culture

SEJARAH: Tahun 1957 Kelahiran Carrie Lam, Kepala Eksekutif W...

  • Visco Joostensz
  • 13 May 2021

news

Hua Chunying : Tiongkok Tidak Berambisi Lampaui AS

  • Visco Joostensz
  • 13 May 2021

news

Kisah Inspiratif Chen Si, Lulusan Harvard yang Bangun Panti ...

  • Lupita
  • 13 May 2021

news

Dubes China untuk Indonesia Ucapkan Selamat Idul Fitri

  • Lupita
  • 13 May 2021
Banner Kanan
Logo follow bolong