Baca dalam 3 menit

Kecelakaan Tambang Batu Giok di Myanmar Tewaskan 160 Orang

Waktu Publish : 03 Jul 2020, 16:49 WIB
SHARE ARTIKEL


Kecelakaan di Tambang Batu Giok Myanmar - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Naypyidaw, Bolong.id - Korban tewas akibat tanah longsor di tambang batu giok di Myanmar utara meningkat menjadi lebih dari 160 jiwa, pada upaya pencarian di hari kedua, ungkap pihak berwenang di sana, pada Jumat (3/7/2020).

Tumpukan limbah tambang runtuh ke dalam danau pada hari Kamis (2/7/2020) kemarin dan mengubur banyak pekerja di bawah lumpur dan air. Menjelang hari Kamis petang, petugas penyelamat menemukan 162 mayat. Namun, Thar Lin Maung, seorang pejabat lokal dari Kementerian Informasi mengatakan bahwa jumlah korban yang meninggal adalah 161 jiwa, dengan 43 orang sedang dirawat di rumah sakit, pencarian korban lainnya sedang berlangsung. Sementara itu, setengah dari korban belum diidentifikasi, menambahkan bahwa sebagian besar korban adalah pekerja migran yang tinggal di tenda kecil di samping tambang.

Upacara untuk memberikan bantuan keuangan bagi keluarga para korban akan diadakan pada hari Jumat. Sekitar $80.000 atau setara dengan 1,16 miliar rupiah telah disumbangkan oleh pemerintah daerah, badan industri Asosiasi Permata dan Perhiasan Myanmar, dan satu perusahaan pertambangan. Para penambang mengumpulkan batu-batu di daerah Hpakant, yang kaya akan giok di negara bagian Kachin, pusat industri batu giok Myanmar, ketika "gelombang berlumpur" menimpa mereka setelah hujan lebat, kata dinas pemadam kebakaran dalam sebuah unggahan di Facebook.

Tanah longsor yang mematikan dan kecelakaan lainnya sering terjadi di tambang-tambang Hpakant yang tidak diatur dengan baik, yang mempekerjakan pekerja miskin dari seluruh Myanmar untuk mencari permata yang sebagian besar diekspor ke Tiongkok. Tetapi kecelakaan pada hari Kamis kemarin adalah yang terburuk dalam lebih dari lima tahun terakhir. Sekitar 100 orang tewas dalam kecelakaan tahun 2015, 50 lainnya meninggal pada 2019, hal ini semakin memperkuat seruan untuk meningkatkan pengaturan dalam pertambangan. Myanmar sendiri adalah salah satu eksportir terbesar giok ke Tiongkok.

Lokasi Kecelakaan Tambang di Myanmar - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami



Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong