Baca dalam 3 menit

AS Cabut Peringatan Perjalanan Terkait Pandemi COVID-19

SHARE ARTIKEL

AS Cabut Peringatan Perjalanan Karena Pandemi COVID-19 - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Washington, Bolong.id - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada Kamis (6/8/2020) telah mencabut peringatan global yang merekomendasikan warga AS untuk menghindari semua perjalanan internasional karena pandemi COVID-19. 

Sebagai gantinya, departemen tersebut mengeluarkan serangkaian peringatan tingkat tinggi untuk masing-masing negara.

“Dengan kondisi kesehatan dan keselamatan yang membaik di beberapa negara dan berpotensi memburuk di negara lainnya, departemen telah kembali ke sistem kami sebelumnya, yaitu tingkat peringatan perjalanan khusus untuk setiap negara,” ungkap pihak Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan pencabutan peringatan “Jangan Bepergian”, dilansir dari Reuters.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS juga membatalkan peringatan global yang merekomendasikan untuk tidak melakukan perjalanan internasional yang tidak penting karena pandemi COVID-19. Namun, dalam pemberitahuan terbaru, hampir semua negara tetap pada peringatan Level 3 berisiko tinggi untuk menghindari semua perjalanan yang tidak penting. Sementara, beberapa negara termasuk Thailand, Selandia Baru, dan Fiji, diberi peringatan Level 1 berisiko rendah.

Departemen Luar Negeri AS juga memperbarui peringatan khusus terhadap negara-negara di dunia, termasuk peringatan "Level 4: Jangan Dikunjungi" untuk sekitar 30 negara, termasuk India, Rusia, Bangladesh, Belize, Bolivia, Kosta Rika, Republik Dominika, Mesir, El Salvador, Haiti, Iran, Kosovo, Kazakhstan, Mongolia, Honduras dan Libya. Sementara, “Level 3: Pertimbangkan Kembali Perjalanan” diberlakukan untuk anggota Uni Eropa, Indonesia, Inggris, Vietnam, Sri Lanka, Liberia, Armenia, Filipina, Laos dan Australia.

Amerika Serikat telah melarang sebagian besar warga non-AS dari banyak bagian dunia untuk bepergian ke AS, termasuk dari Uni Eropa dan Tiongkok. Tiongkok sendiri telah masuk ke dalam daftar negara “Jangan Dikunjungi” sejak bulan Juni lalu.

Di lain sisi, Departemen Luar Negeri AS pertama kali mengeluarkan Peringatan Kesehatan Level 4 Global “Jangan Bepergian” pada 19 Maret 2020, sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memberlakukan tingkat risiko tertinggi Level 3 pada 27 Maret 2020.

Amerika Serikat kini tetap melakukan pembicaraan dengan negara-negara di Uni Eropa dalam upaya untuk memungkinkan sebagian besar orang Amerika melanjutkan perjalanan ke Eropa. Sementara itu, saham maskapai penerbangan AS naik karena pengumuman pencabutan larangan perjalanan tersebut. (*)

Terkait

berita

Cara Tiongkok Tindak WNA yang Masuk Selama Wabah Corona, Bag...

  • Bolong team
  • 20 Mar 2020

berita

Beda Tiongkok dan Indonesia Instruksikan Penutupan Wisata Se...

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

teknologi

Kemajuan Tiongkok Jadi Kunci Kemenangan Melawan Corona 

  • Bolong team
  • 20 Mar 2020

teknologi

Teknologi Hebat Tiongkok yang Digunakan di Indonesia 

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

berita

Kisah-kisah Warga Indonesia di China Selama Corona

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

berita

Tips Sukses Nanjing, Tiongkok Turunkan Kasus Covid-19 Hingga...

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020
Logo follow bolong