Peneliti Kosta Rika Uji Coba Pengobatan COVID-19 dari Antibodi Kuda, Seperti Apa?

logo clock 3 Menit logo clock 07-09-2020, 19:17

Peniliti Kosta Rika Gunakan Antibodi Kuda Obati COVID-19 - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

San Jose, Bolong.id - Para peneliti di Kosta Rika akan memulai uji coba pengobatan COVID-19 yang terjangkau dengan menggunakan antibodi yang diambil dari kuda yang disuntik dengan SARS-Cov-2, virus penyebab COVID-19.

“Dikembangkan oleh Clodomiro Picado Institute (ICP) Universitas Kosta Rika, obat antibodi kuda akan diuji pada 26 pasien mulai pertengahan September 2020,” ungkap Roman Macaya, presiden Dana Jaminan Sosial Kosta Rika yang mengelola pusat kesehatan masyarakat, dilansir dari Reuters, Senin (7/9/2020).

Otoritas Kosta Rika berharap dapat mulai menerapkan pengobatan secara lebih luas di rumah sakit jika hasil dari studi fase 2 tersebut menggembirakan. Sejauh ini, terdapat 471 pasien COVID-19 yang tengah dirawat di rumah sakit di Kosta Rika.

“Kami bangga mengetahui bahwa produk ini akan menyelamatkan nyawa sampai vaksin mencapai populasi,” komentar Alberto Alape, koordinator proyek di ICP. Ia juga menambahkan, “Kami melakukannya dengan sumber daya kami, tanpa harus antre atau bersaing dengan negara lain, seperti yang dapat dilihat pada kandidat vaksin.”

Upaya serupa juga dilakukan di Argentina dan Brasil, sementara ilmuwan di Belgia menggunakan llama. Peneliti Kosta Rika mengatakan metode mereka untuk pengobatan SARS-Cov-2 didasarkan pada pengalaman menggunakan antibodi kuda untuk mengembangkan anti-bisa ular.

Mereka mengimpor protein virus dari Tiongkok dan Inggris, kemudian menyuntikkannya ke enam dari 110 kuda yang digunakan IPC untuk pengujian. Beberapa minggu kemudian, ketika hewan tersebut mengembangkan cukup antibodi, darah kuda akan diekstraksi dan menggunakan antibodi dari bagian plasma kuda sebagai bahan mentah untuk serum yang dapat disuntikkan.

Jika berhasil, para peneliti mengatakan mereka ingin berbagi perawatan murah dengan negara Amerika Tengah lainnya yang sebagian besar lebih miskin daripada Kosta Rika. “Selain prinsip, solidaritas dan fakta bahwa ini telah dilakukan sebagai anti racun untuk gigitan ular, kami tahu bahwa dalam pandemi, kesejahteraan diri sendiri terkait dengan kesejahteraan tetangga,” tutup Alape. (*)

Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Nurul Diah

Terkait

Riset: COVID-19 Menempel di Kulit Manusia 9 Jam

 

logo clock 19-10-2020, 14:35
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

China Laporkan Tidak Ada Kasus COVID-19 Lokal yang Baru

 

logo clock 19-10-2020, 11:10
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Wow! COVID-19 Hidup di Kemasan Makanan Beku di Qingdao?

 

logo clock 19-10-2020, 04:30
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Sapi Makan Stroberi, Apakah Susunya Rasa Stroberi? Begini Hasil Riset...

 

logo clock 18-10-2020, 15:20
logo clock Baca ini dalam 6 Menit
logo share

Awal Tes COVID-19 terhadap 11 Juta Warga Qingdao Ternyata Ini...

 

logo clock 18-10-2020, 13:23
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Viral