China Wakili 26 Negara Kritik AS dan Negara Barat tentang HAM

logo clock 4 Menit logo clock 08-10-2020, 12:10

China Wakili 26 Negara untuk Kritik AS dan Negara Barat Lainnya Masalah HAM - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jenewa, Bolong.id - Utusan Tiongkok pada Senin (5/10/2020) membuat pernyataan bersama pada Debat Umum Komite Ketiga Majelis Umum PBB, atas nama 26 negara, mengkritik Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat karena melanggar hak asasi manusia. Mereka menyerukan pencabutan lengkap dan segera atas unilateral sanksi, dan mengungkapkan keprihatinan besar pada diskriminasi ras yang sistematis.

Zhang Jun (张军), perwakilan tetap Tiongkok untuk PBB, membuat pernyataan atas nama Angola, Antigua dan Barbuda, Belarus, Burundi, Kamboja, Kamerun, Tiongkok, Kuba, Republik Demokratik Rakyat Korea, Guinea Ekuatorial, Eritrea, Iran, Laos , Myanmar, Namibia, Nikaragua, Pakistan, Palestina, Rusia, Saint Vincent dan Grenadines, Sudan Selatan, Sudan, Suriname, Suriah, Venezuela, dan Zimbabwe, dilansir dari Global Times, Rabu (7/10/2020).

Pandemi COVID-19 terus menyerang semua negara, khususnya negara berkembang. Penanggulangan dan pemulihan dari COVID-19 membutuhkan solidaritas global dan kerja sama internasional. "Namun, kami terus menyaksikan penerapan tindakan pemaksaan sepihak yang bertentangan dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB dan hukum internasional, multilateralisme serta norma dasar hubungan internasional," pungkas Zhang.

Tindakan pemaksaan sepihak memiliki dampak yang tidak dapat disangkal pada hak asasi manusia dengan menghambat realisasi penuh atas pembangunan sosial dan ekonomi serta menghambat kesejahteraan penduduk di negara-negara yang terkena dampak, khususnya wanita, anak-anak, termasuk remaja, orang tua dan disabilitas, katanya.

Tindakan pemaksaan sepihak merusak hak atas kesehatan dengan menghalangi akses ke obat-obatan dan teknologi medis, peralatan, dan persediaan. "Ini sangat relevan dalam konteks pandemi COVID-19. Pejabat senior PBB dan komunitas internasional telah mengakui dampak negatif yang berat dari tindakan ini," terang Zhang.

Pernyataan itu menegaskan seruan sekretaris jenderal PBB pada 26 Maret 2020 tentang pengabaian sanksi yang melemahkan kapasitas negara dalam menanggapi COVID-19, serta pernyataan yang dibuat oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia pada 23 Maret 2020 mengenai kebutuhan untuk meringankan atau menangguhkan sanksi sektoral mengingat dampak yang melemahkan pada sektor kesehatan dan hak asasi manusia. I

Pernyataan itu juga menyambut baik resolusi Majelis Umum yang baru-baru ini diadopsi tentang tanggapan yang komprehensif dan terkoordinasi terhadap COVID-19, mendesak negara-negara untuk menahan diri dari mengumumkan dan menerapkan tindakan ekonomi, keuangan, atau perdagangan sepihak yang tidak sesuai dengan hukum internasional dan Piagam PBB.

Dalam konteks pandemi COVID-19, pengaruh negatif tindakan pemaksaan sepihak telah menarik perhatian banyak negara anggota PBB. Baik Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet menyerukan pengabaian sanksi yang merusak kapasitas negara untuk menanggapi COVID-19. Pada Debat Umum sesi ke-75 Majelis Umum PBB, banyak pemimpin yang juga menyerukan pencabutan langkah-langkah pemaksaan sepihak.

Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Hakim AS Tidak Setuju Hapus WeChat dari Toko Aplikasi

 

logo clock 24-10-2020, 13:13
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Inggris Langgar Komitmen Terkait Paspor BNO, China Tak Akan Tinggal Diam

 

logo clock 24-10-2020, 12:17
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

China Perkuat Kerjasama dengan Bangladesh dan Maroko Pasca Pandemi

 

logo clock 24-10-2020, 11:41
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Donald Trump Bilang Vaksin COVID-19 Sudah Siap, Ini Faktanya

 

logo clock 24-10-2020, 07:07
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Mengharukan, Putri Pahlawan Perang Ini Akhirnya Temukan Makam Sang Ayah

 

logo clock 23-10-2020, 16:33
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Viral