
Seorang instruktur (ketiga dari kiri) mengajarkan anak-anak cara membuat kerajinan anyaman bambu di sebuah pusat widyawisata (study tour) di Desa Manhai, Wilayah Otonom Etnis Hani Mojiang, Kota Pu'er, Provinsi Yunnan, China barat daya, pada 20 Desember 2025. (Xinhua/Chen Xinbo)
BEIJING, 27 Januari (Xinhua) -- Industri bambu China telah mencapai nilai output tahunan melampaui 520 miliar yuan (1 yuan = Rp2.411) atau sekitar 74,4 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.779), dengan ketersediaan lebih dari 15.000 jenis produk bambu, demikian tunjuk data dari Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional (National Forestry and Grassland Administration) China pada Selasa (27/1).
Di bawah rencana aksi tiga tahun untuk mempercepat penggantian plastik dengan bambu, pemerintah China telah mengimplementasikan kebijakan pendukung guna mendorong pembentukan klaster industri, menurut administrasi tersebut.
Saat ini, China memiliki lebih dari 10.000 perusahaan pengolahan bambu yang mendukung penyerapan tenaga kerja bagi lebih dari 29 juta orang di sepanjang seluruh rantai industri.
China memiliki hampir 8 juta hektare hutan bambu, yang menghasilkan 150 juta ton bambu setiap tahunnya.
Selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), China bertujuan untuk lebih meningkatkan dukungan kebijakannya guna mendorong perekonomian sirkular serta memperdalam integrasi inovasi teknologi dan industri demi membangun klaster industri bambu yang kompetitif, kata administrasi itu. Selesai
Advertisement
