
KABUL, 27 Januari (Xinhua) -- Pendidikan di Afghanistan telah mencapai titik kritis, dengan lebih dari 90 persen anak berusia 10 tahun tidak mampu membaca teks sederhana, demikian menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pada Selasa (27/1).
Laporan itu menggambarkan situasi ini sebagai krisis "bersekolah tanpa pembelajaran," seraya menekankan bahwa investasi berkelanjutan dalam pendidikan anak usia dini, serta literasi dan numerasi dasar, sangat penting untuk memastikan hasil pembelajaran bagi setiap anak.
Meski kesenjangan pembelajaran tergolong mengkhawatirkan, jutaan siswa secara resmi terdaftar dalam sistem pendidikan negara tersebut. Total 12 juta siswa terdaftar dalam sistem sekolah nasional, di mana mereka mempelajari ilmu pengetahuan modern. Sementara itu, lebih dari 2,8 juta siswa menempuh pendidikan agama, kata juru bicara pemerintah Zabihullah Mujahid baru-baru ini.
Di sisi lain, jutaan anak Afghanistan lainnya masih tidak bersekolah akibat kemiskinan, pengungsian internal, dan keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan, terutama di daerah-daerah terpencil dan wilayah yang terdampak konflik, menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia negara tersebut. Selesai
Advertisement

