Baca dalam 3 menit

Ingin Membeli Saham Netflix atau iQiyi? Tengok Dulu Bilibili!

Waktu Publish : 26 Aug 2020, 15:53 WIB
SHARE ARTIKEL

Bilibili - Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Tiongkok, Bolong.id – Dilansir Sina News, sebelumnya Bilibili dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk listing di Hong Kong, padahal Bilibili sudah lama masuk dalam daftar saham populer Tiongkok.

Pasca merebaknya virus COVID-19, situs video seperti Netflix dan iQiyi menjadi populer. Harga saham Miles naik lebih dari dua kali lipat tahun 2020 ini.

Sebenarnya Bilibili sangat berbeda dengan perusahaan video biasa, jika berniat berinvestasi, simak dulu poin-poin penting berikut ini.

1. Bilibili Paling Mirip dengan YouTube

Bilibili tercatat di NASDAQ pada 2018. Menurut informasi keuangan yang relevan, perseroan telah mengalami kerugian. Menariknya, harga saham Bilibili telah dua kali lipat tahun ini.

Pendapatan Bilibili berasal dari empat bisnis; lebih dari 50% berasal dari game, 30% berasal dari layanan nilai tambah, 10% berasal dari iklan, dan sisanya dari e-commerce. Perbedaan terbesar antara Bilibili, Netflix dan iQiyi adalah, Bilibili tidak memproduksi konten film dan televisi apa pun; mirip dengan YouTube.

Inilah yang menjadi keunggulan terbesar Bilibili dibandingkan situs video lainnya.

2. Harga Saham Netflix Jatuh

Netflix - Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Netflix baru saja mengumumkan hasil kuartal kedua tahun 2020 ini. Karena pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan dan pertumbuhan jumlah pelanggan baru, alhasil harga saham Netflix turun 6%.

Turunnya harga saham Netflix dipicu dilema yang dihadapi platform konten film ini, di satu sisi, biaya konten sangat mahal, di sisi lain, biaya member bulanan tidak dapat dinaikkan, pertambahan pelanggan barulah yang jadi satu-satunya faktor pendapatan meningkat.

Sedangkan jumlah pertumbuhan pelanggan baru Netflix di kuartal kedua jauh lebih rendah dibandingkan kuartal pertama 2020. Ekspektasi kehati-hatian perusahaan terhadap pertumbuhan kuartal ketiga telah menjadi alasan utama penurunan harga saham.

3. Tencent dan iQiyi Bekerja Sama

iQiyi - Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Dilema bisnis ini juga menjadi alasan utama iQiyi merugi. Pada Juni 2020 ini, dilaporkan bahwa Tencent bermaksud untuk mengambil saham di iQiyi untuk menjadi pemegang saham terbesar. Jika ini terjadi, iQiyi akan dimiliki Tencent yang kuat secara finansial, dan Tencent Video juga dapat menikmati sinergi dalam produksi konten.

Namun, saling menguntungkan tidak berarti situasi win-win; kerjasama antara iQiyi dan Tencent Video tidak menjelaskan bagaimana konten berbayar dapat terus beroperasi.

4. Jalur Bisnis Unik Bilibili

Selain game dan konten yang diunggah, website Bilibili memiliki tingkat interaksi yang cukup tinggi, terlihat dari kualitas rentetannya. Dalam hal ini, Bilibili juga memiliki unsur situs jejaring sosial.

Keuntungan lain dari Bilibili adalah jumlah pengguna yang membayar tercatat 13,4 juta pengguna pada akhir Maret 2020, meningkat 134% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Nilai pasar Bilibili saat ini adalah USD15 miliar atau Rp220 triliun. Skalanya memang mirip dengan iQiyi, namun prospek bisnisnya lebih lunak, dan layak menjadi perhatian investor di saham ekonomi. (*)


Banner Kanan
Logo follow bolong