PUBG, Aplikasi Berikutnya yang Dilarang di India

logo clock 2 Menit logo clock 03-09-2020, 16:55

Aplikasi Seluler Tiongkok - Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

India, Bolong.id – Rabu (2/9/20), India larang sebanyak 118 aplikasi seluler lain milik Tiongkok, salah satunya adalah game seluler populer milik Tencent Holdings, PUBG. Larangan ini dilakukan pemerintah India karena semakin panasnya perselisihan perbatasan antara India dan Tiongkok.

Baidu dan ShareSave Xiaomi juga merupakan dua aplikasi berbahasa Mandarin yang dilarang pemerintah India, demikian laporan dari Reuters, Kamis (3/9/20).

Larangan ini diumumkan sehari setelah seorang pejabat senior India mengatakan, pasukan India dikerahkan di empat puncak bukit strategis, sebagai upaya India dari serangan Tiongkok di sepanjang perbatasan Himalaya yang disengketakan.

Terkait hal ini, Tencent menolak mengomentari larangan tersebut. Kedubes Tiongkok di New Delhi juga tidak memberikan komentar.

Kementerian Teknologi India mengatakan aplikasi tersebut merupakan ancaman bagi kedaulatan dan keamanan India.

"Aplikasi ini mengumpulkan dan membagikan data secara diam-diam, serta membahayakan data dan informasi pribadi pengguna yang dapat menimbulkan ancaman serius bagi keamanan negara," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.


Larangan tersebut merupakan pukulan bagi Tencent di India. Sebab PUBG merupakan game yang sangat populer di India. India menempati peringkat No.1 di dunia dalam unduhan PUBG terbanyak, terhitung sekitar 175 juta pemasangan, kata perusahaan analitik aplikasi SensorTower.

Perlu diketahui, India pertama kali melarang sebanyak 59 aplikasi Tiongkok, termasuk TikTok ByteDance, WeChat Tencent, dan UC Browser Alibaba, pada Juni lalu. (*)


Penulis : Della Shafira Putri
Editor : Nurul Diah

Terkait

China Serukan Kemajuan Keterbukaan Pendidikan

 

logo clock 25-10-2020, 13:49
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

AS Terus Salahkan China Atas Virus, China Siap Balas Jika Dirugikan

 

logo clock 25-10-2020, 07:01
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Diserang Perwakilan AS untuk PBB, China Respon Begini...

 

logo clock 25-10-2020, 06:48
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Kemenlu China: Pekerja Xinjiang Bukan Kerja Paksa

 

logo clock 24-10-2020, 17:32
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Inggris Ungkap Rincian Visa BNO yang Kontroversial untuk Penduduk HK

 

logo clock 24-10-2020, 17:32
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Viral