Baca dalam 3 menit

Gembiranya Anak SD Taiwan Lihat Panda Beneran

Waktu Publish : 30 Apr 2021, 15:08 WIB
Sumber : China News
SHARE ARTIKEL

Para siswa melihat panda - Image from China News

Dujiangyan, Bolong.id - Siswa SD Dongguan Taiwan, Lin Ziyue, berdiri di samping kandang panda di Konservasi Panda Raksasa China Dujiangyan, Rabu (28/4/21). Ia berkata: "Aku senang, melihat panda raksasa pertama kalinya. Kukira ekornya hitam, ternyata putih.

Dilansir dari China News pada Rabu (28/4/2021), hari itu 30 siswa SD Dongguan Taiwan ikut Chengdu Chongqing Two Cities Research Camp For Teenagers On Both Sides Of The Taiwan Strait datang ke Pusat Penelitian dan Konservasi Panda Raksasa China di Chengdu, Sichuan.

Mereka mengamati panda raksasa dari dekat, dan mendapatkan pendidikan mengenai panda, serta ekologi dan perlindungan lingkungan.

Acara dimulai 21 April 2021. Dalam 9 hari, 30 siswa yang ikut berpasangan dengan siswa dengan usia yang sama di Sichuan dan Chongqing untuk saling bertukar ilmu, studi budaya, dan mndapatkan pemahaman mengenai Pembangunan lingkaran ekonomi dua kota di wilayah Chengdu-Chongqing.

“Lingkungan ekologi di sini sangat bagus. Panda raksasa dapat hidup bahagia di sini. Dulu aku kira rambut mereka kotor, tapi sebenarnya sangat bersih.” Tepat setelah hujan, hutan bambu di Pangkalan Dujiangyan menjadi lebih hijau.

Di kandang panda raksasa, banyak panda yang memakan bambu, dan ada pula yang tidur di antara ranting-rantingnya. Mendengarkan penjelasannya, Liu Yuxuan, seorang siswa sekolah dasar di Taiwan, berpikir keras.

Siswa dari taiwan berkunjung untuk melihat panda - Image from China News

“Panda raksasa terlihat sangat imut dan lucu, tetapi mereka juga berada di ambang kepunahan.” Kata Liu Yuxuan. Sekarang populasi panda raksasa telah berkembang melalui upaya manusia untuk melindungi mereka,

“Aku berharap akan ada lebih banyak lagi panda di masa depan, dan kami akan terus melindungi hewan liar."

Selain kontak dekat dengan panda raksasa, para siswa sekolah dasar juga berpengalaman melayani sebagai ahli gizi panda raksasa, mengukur ukuran kotoran panda, dan membuat sarang panda.

“Kotoran panda ternyata berwarna hijau kebiruan, dan sama sekali tidak bau! ”Ucap Chen Baian, seorang siswa SD Taiwan. Ia tidak menyangka selain bambu, panda raksasa juga suka makan Wowotou yang terbuat dari tepung jagung dan kedelai. "Aku membuatnya, semoga panda menyukainya."

Chen Baian mengatakan bahwa dia juga berteman dengan rekan-rekannya di Chengdu dan Chongqing kali ini, dan mereka bertukar dan belajar satu sama lain, "Saya juga berharap mereka akan memiliki kesempatan untuk bermain ke Taiwan nanti."

Para siswa SD Taiwan mengobservasi feses panda - Image from China News

“Kami berharap anak-anak Taiwan akan keluar dari kelas untuk belajar tentang pengetahuan dan budaya yang berbeda, dan memperluas wawasan mereka,” kata Zeng Jianwei, dekan SD Dongguan Taiwan.

Pertemuan humanistik dengan Chengdu kali ini dapat meningkatkan pembelajaran mandiri anak-anak, kemampuan untuk mengeksplorasi, dan berharap untuk meningkatkan pertukaran emosi di antara anak-anak di Taiwan, Chongqing, dan Chengdu. "Saya berharap pertukaran emosional ini akan terus berlanjut di masa depan. Ini juga niat awal kami. " (*)


Terkait

news

Tren Bedah Telinga Peri Semakin Diminati Kaum Muda di China

  • Lupita
  • 13 Jun 2021

news

Anak di China Dilindungi dalam 6 Aspek

  • Djono W. Oesman
  • 09 Jun 2021

culture

Pergi ke Tiongkok Wajib Beli Oleh-oleh Ini

  • Lupita
  • 06 Jun 2021

health

Anak Derita Asma? Kenali Penyebabnya

  • Lupita
  • 05 Jun 2021

news

China Izinkan Warga Punya Tiga Anak

  • Nurul Diah
  • 03 Jun 2021

news

Pemerintah China Tekankan Pendidikan dan Kesehatan yang Baik...

  • Visco Joostensz
  • 03 Jun 2021
Banner Kanan
Logo follow bolong