WHO Tekor Rp490 Triliun Cegah Penularan Covid-19

logo clock 3 Menit logo clock 26-09-2020, 13:24

Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO Michael Ryan - Image from Voice of America


Jenewa, Bolong.id - Badan Kesehatan Dunia WHO sudah mengeluarkan USD35 miliar (setara Rp490 triliun) untuk pencegahan penularan Covid-19. Itu dikatakan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada jumpa pers di Jenewa, Jumat (25/9/20).

Dikutip dari CGTN, Sabtu (26/9/20) WHO mendesak komunitas internasional untuk membantu memenuhi kesenjangan finansial USD35 miliar untuk "Access to COVID-19 Tools Accelerator" (ACT-Accelerator), kolaborasi global yang dipimpin WHO untuk pengembangan COVID-19 diagnostik, terapeutik dan vaksin.

"Kami tidak meminta sumbangan. Kami meminta investasi dalam pemulihan global," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Dia menambahkan bahwa "Manfaat ekonomi dari memulihkan perjalanan dan perdagangan internasional. akan membayar kembali investasi ini dengan sangat cepat. "

Angka tersebut diakui WHO cukup besar. "Tetapi dalam konteks menahan pandemi global dan mendukung pemulihan ekonomi global, ini adalah tawar-menawar," katanya.

Sebab, jumlah itu kurang dari satu persen dari komitmen pemerintah G20 untuk paket stimulus ekonomi domestik.

Dari USD 35 miliar, 15 miliar dibutuhkan segera untuk mendanai penelitian dan pengembangan, meningkatkan produksi, mengamankan pengadaan, dan memperkuat sistem pengiriman semua hal terkait Covid-19.

Baca Juga: WHO: Kematian Covid-19 Global Bisa 2 Juta Sebelum Vaksin Tersebar

Kepala WHO mengumumkan bahwa para pemimpin dunia akan rapat minggu depan untuk acara sampingan Konferensi Tingkat Tinggi PBB. Tujuannya membahas pekerjaan Akselerator ACT, dan menyerukan komitmen keuangan untuk mewujudkan janjinya.

Michael Ryan menegaskan, keberadaan WHO dan ACT-Accelerator adalah contoh multilateralisme dalam berbagi pengetahuan dan dalam tanggung jawab kolektif untuk melindungi kesehatan global.

Saat dunia berada di tengah pandemi COVID-19, negara-negara di seluruh dunia - termasuk Inggris, China, Rusia, Inggris, dan AS - berlomba menemukan vaksin. Menurut situs WHO, hingga Jumat, ada 189 kandidat vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan di seluruh dunia, dan 40 di antaranya sedang dalam uji klinis.

Badan PBB menerbitkan rancangan kriteria pada Jumat untuk penilaian penggunaan darurat vaksin COVID-19 untuk membantu memandu pembuat obat saat uji coba vaksin mencapai tahap lanjutan, kata asisten direktur jenderal WHO, Mariangela Simao. Dokumen tersebut akan tersedia untuk komentar publik hingga 8 Oktober, katanya. (*)

Penulis : Djono W. Oesman
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Laut China Selatan Memanas, Jepang - Vietnam Sepakati Kerjasama Militer

 

logo clock 21-10-2020, 13:04
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Pembaruan Perjanjian Uskup Cerminkan Hubungan Sehat China-Vatikan

 

logo clock 21-10-2020, 13:01
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Kemenlu Tiongkok Warning India Hati-hati tentang Masalah Taiwan

 

logo clock 21-10-2020, 12:57
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Ini Bakal Jadi Bukti Pembicaraan antara China dan India Berjalan Baik

 

logo clock 21-10-2020, 11:44
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Ini Dia Hasil Investigasi Xinjiang oleh Pakar China

 

logo clock 21-10-2020, 11:40
logo clock Baca ini dalam 5 Menit
logo share

Viral