Lama Baca 4 Menit

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, China Atasi Sampah Plastik

06 June 2023, 11:30 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, China Atasi Sampah Plastik-Image-1

Beijing, Bolong.id - Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2023 bertema #BeatPlasticPollution dan Tiongkok mengatasi sampah plastik dengan teknologi.

Dilansir dari CGTN (05/06/2023) Program Lingkungan PBB memperkirakan sekitar 400 juta ton plastik diproduksi setiap tahun, dengan kurang dari 10 persen didaur ulang. Sekitar 19-23 juta ton plastik mencemari danau, sungai, dan laut.

Tiongkok memprioritaskan daur ulang dan pemanfaatan sampah plastik, mengembangkan ekonomi sirkular untuk plastik.

Wang Yonggang, sekretaris jenderal Asosiasi Daur Ulang Plastik dari Asosiasi Daur Ulang Sumber Daya Nasional Tiongkok, mengatakan bahwa Tiongkok telah membentuk sistem daur ulang limbah plastik.

Yakni menggabungkan gerai daur ulang, pusat pemilahan, dan pabrik pemrosesan. Memanfaatkan teknologi Internet of Things, Tiongkok telah berinovasi dalam model daur ulang.

Pada Juni 2022, lebih dari 15.000 perusahaan di Tiongkok terlibat dalam daur ulang limbah plastik, mempekerjakan sekitar 900.000 orang.

Pada tahun 2021, Tiongkok mendaur ulang sekitar 19 juta ton limbah plastik, mencapai tingkat daur ulang sebesar 31 persen. Tingkat ini hampir 1,74 kali rata-rata global selama periode yang sama. Kapasitas daur ulang Tiongkok menyumbang sekitar 70 persen dari total dunia.

Tiongkok pada September 2021 yang menguraikan penggunaan plastik, mengembangkan alternatif pengganti plastik.

Sektor-sektor utama seperti ritel, e-commerce, dan pengiriman ekspres diperkirakan akan secara dramatis mengurangi penggunaan plastik sekali pakai pada tahun 2025, menurut rencana tersebut.

Untuk mempromosikan alternatif plastik, Tiongkok mendorong penggunaan bambu, kayu, kertas, dan plastik yang dapat terurai.

Negara ini juga telah berinvestasi dalam penelitian tentang teknologi plastik yang dapat terdegradasi dan mendukung pengembangan industri terkait secara teratur. Metode daur ulang dan pembuangan sampah plastik telah ditingkatkan secara nasional.

Upaya paralel oleh otoritas lokal

Otoritas lokal di Tiongkok juga telah menerapkan berbagai langkah untuk membatasi penggunaan plastik.

Misalnya, Distrik Longgang di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, telah meluncurkan proyek percontohan untuk memilah dan mendaur ulang limbah kemasan dari gedung perkantoran komersial.

Tong sampah pintar yang dilengkapi dengan sensor, kamera, dan sistem pengawasan suara telah dipasang di masyarakat di Beijing. Beberapa dari mereka telah memperkenalkan sistem hadiah poin, memberi insentif kepada warga untuk memilah dan mendaur ulang sampah mereka dengan benar.

Kota Foshan di Provinsi Guangdong mempromosikan penggunaan kemasan kurir daur ulang dan bertujuan untuk mengoptimalkan proses daur ulang, mengurangi biaya, dan memberikan dukungan kebijakan untuk penerapan kemasan ekspres yang dapat didaur ulang.

Komitmen Tiongkok untuk mengatasi polusi plastik melalui inovasi teknologi dan strategi komprehensif menunjukkan dedikasinya terhadap perlindungan lingkungan.

Selain mengatasi sampah plastik, negara tersebut juga telah mengambil tindakan seperti mempromosikan "Beautiful China Initiative" dan penguatan konservasi keanekaragaman hayati sebagai "langkah penting" dalam strategi nasionalnya.(*)

 

Informasi Seputar Tiongkok