Lama Baca 3 Menit

China Desak AS Ikuti WTO tentang Label Hong Kong

23 December 2022, 15:18 WIB

China Desak AS Ikuti WTO tentang Label Hong Kong-Image-1
File foto logo Organisasi Perdagangan Dunia di kantor pusatnya di Jenewa, Swiss. / Reuters

Beijing, Bolong.id - Otoritas Tiongkok menyambut baik keputusan World Trade Organization/WTO tentang pelabelan barang produk Hong Kong di Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari CGTN Kamis (22/12/2022), WTO memutuskan pada Rabu (21/12) bahwa AS melanggar undang-undang perdagangan internasional, dengan memberi label produk Hong Kong dengan label “Made in China”.

Tiongkok menganggap keputusan WTO adil, kata Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pada jumpa pers reguler di Beijing.

Saat ini, asal produk ekspor Hong Kong ditandai sebagai "Hong Kong" karena Hong Kong adalah anggota WTO yang terpisah dan berstatus khusus sebagai wilayah pabean terpisah di bawah "Satu Negara, Dua Sistem".

"Status Hong Kong sebagai wilayah pabean terpisah disetujui oleh pemerintah Tiongkok, ditegaskan oleh Undang-Undang Dasar Daerah Administratif Khusus Hong Kong Republik Rakyat Tiongkok dan ditetapkan oleh aturan multilateral WTO," kata Mao.

Sebelumnya pada hari Kamis (22/12), juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok mendesak AS untuk menghormati keputusan tersebut.

Tiongkok berharap AS akan mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki kesalahannya dan menegakkan sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dan tatanan perdagangan normal, kata juru bicara itu dalam sebuah pernyataan.

Dalam putusan hari Rabu, panel WTO mengatakan persyaratan penandaan asal AS telah melanggar kewajiban negara berdasarkan aturan badan perdagangan.

Pemerintah HKSAR juga menyambut baik putusan tersebut, dengan mengatakan sekali lagi bahwa Amerika Serikat telah mengabaikan aturan perdagangan internasional.

Washington telah berusaha untuk "memaksakan persyaratan diskriminatif dan tidak adil secara sepihak, menekan produk dan perusahaan Hong Kong secara tidak wajar, dan mempolitisasi masalah ekonomi dan perdagangan," kata Algernon Yau, sekretaris perdagangan dan pengembangan ekonomi pemerintah HKSAR, dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu. (*)