Baca dalam 3 menit

China Geser AS Sebagai Mitra Dagang Terbesar Uni Eropa

Waktu Publish : 19 Feb 2021, 07:38 WIB
Sumber : CGTN
SHARE ARTIKEL

Bendera Uni Eropa dan Tiongkok - Image from berbagai sumber. Segala keluhan terkait hak cipta silahkan hubungi kami

Beijing, Bolong.id - Tiongkok resmi lampaui Amerika Serikat (AS) sebagai mitra dagang terbesar Uni Eropa (UE) di tahun 2020. Pergeseran ini didukung oleh pandemi COVID-19 dan Brexit yang menyebabkan perdagangan dengan mitra dagang utama UE lainnya menurun.

Eurostat, badan statistik UE, mencatat nilai perdagangan antara UE dan China mencapai $ 711 miliar pada 2020, dengan peningkatan ekspor UE ke Tiongkok sebesar 2,2 persen dan peningkatan pada impor 5,6 persen. Sebagai perbandingan, nilai perdagangan UE dengan AS berada di kisaran $ 673 miliar.

Peningkatan perdagangan dengan Tiongkok sendiri sebagian besar disebabkan oleh bangkitnya ekonomi negara tersebut dari era awal pandemi. Antara Desember 2019 dan 2020, hasil industri di Tiongkok naik 7,3 persen. Produk domestik bruto (PDB) Tiongkok juga dilaporkan tumbuh 4,9 persen antara Juli dan September 2020 dan konsumsi meningkat 1,7 persen.

Peningkatan konsumsi ini kemudian meningkatkan permintaan terhadap barang-barang Eropa ke Tiongkok, terutama di sektor barang mewah dan otomotif. Di lain sisi, pandemi juga telah menimbulkan peningkatan permintaan peralatan medis dari Tiongkok sehingga semakin meningkatkan intensitas perdagangan UE dan Tiongkok.

Tak hanya itu, peningkatan ini juga terjadi setelah UE dan Tiongkok akhirnya berhasil menyetujui kesepakatan perdagangan baru pada 30 Desember setelah bernegosiasi selama tujuh tahun. Fang Xinghai, wakil ketua Komisi Pengaturan Sekuritas Tiongkok mengatakan kepada CGTN bahwa kesepakatan itu akan membuka pasar bagi investor di UE dan Tiongkok.

Ursula von der Leyen, presiden Komisi Eropa, mengatakan kesepakatan itu "merupakan tonggak penting dalam hubungan [UE] dengan Tiongkok." (*)

Esy Gracia/Penulis

Terkait

news

Luhut : Indonesia akan Dibantu oleh Tiongkok Menangani Virus...

  • Bryant
  • 18 Mar 2020

health

Tiongkok Beri Bantuan Medis, Miris, Saat Warga Jakarta Remeh...

  • Isfatu Fadhilatul
  • 19 Mar 2020

health

Penderita Ringan COVID 19 Tidak Akan Kenapa-napa

  • Edwin Adriaansz
  • 21 Mar 2020

news

80% Pasien COVID-19 Belum Didiagnosis Sebelum Wuhan Lockdown...

  • Edwin Adriaansz
  • 21 Mar 2020

news

Tidak Ada Pasien Baru COVID-19 di Guangxi, Namun Ada 34 Kasu...

  • Edwin Adriaansz
  • 21 Mar 2020

news

Beberapa Tipe Orang Yang Harus Dikarantina

  • Edwin Adriaansz
  • 22 Mar 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong