Baca dalam 3 menit

SEJARAH Tahun 1997 China Urutan Pertama Sepuluh Perusahaan Berkembang Teratas

Waktu Publish : 06 Apr 2021, 11:36 WIB
SHARE ARTIKEL

Bank Rakyat Tiongkok - Gambar diambil dari Internet, jika ada keluhan hak cipta silakan hubungi kami.

Beijing, Bolong.id – Tepat 24 tahun yang lalu, pada 6 April 1997, Bank Dunia melaporkan bahwa Tiongkok menduduki peringkat pertama di antara Sepuluh Perusahaan Berkembang Teratas.

Pada tanggal 6 April 1997, Bank Dunia secara resmi merilis laporan Indeks Pembangunan Dunia 1997 tentang fakta, angka dan analisis perkembangan berbagai negara di dunia untuk pertama kalinya di Washington. Ini akan menjadi tolak ukur untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di masa depan.

Laporan indeks pengembangan 339 halaman ini dipimpin oleh Bank Dunia, dan telah disusun dengan para ekonom dari lusinan lembaga seperti Dana Moneter Internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Organisasi Perdagangan Dunia.

Statistik data entitas merupakan gambaran yang paling lengkap dan lengkap dari perkembangan dunia terkini selama ini.

Indeks Pembangunan Dunia tidak lagi hanya mengukur kekayaan atau kemiskinan suatu negara dalam hal produk domestik bruto atau produk nasional bruto, tetapi menempatkan "masyarakat dan pengentasan kemiskinan di tempat pertama dan menempatkannya di pusat agenda pembangunan".

Dalam hal pembangunan ekonomi, Indeks Pembangunan Dunia 1997 percaya bahwa Luksemburg memiliki standar hidup tertinggi di dunia pada tahun 1995, dengan PDB per kapita sebesar 41.210 dolar AS.

Amerika Serikat berada di peringkat ketujuh dengan perkapita 26.980 dolar AS, tetapi Amerika Serikat memiliki 7 triliun dolar AS dalam kewarganegaraan. PDB telah mempertahankan posisinya sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Laporan tersebut juga memeringkat sepuluh besar "perusahaan baru" menurut pendapatan nasional, diikuti oleh Tiongkok, Brasil, Rusia, India, Meksiko, Argentina, Indonesia, Turki, Thailand, dan Pakistan. (*)

Terkait

news

Luhut : Indonesia akan Dibantu oleh Tiongkok Menangani Virus...

  • Bryant
  • 18 Mar 2020

health

Tiongkok Beri Bantuan Medis, Miris, Saat Warga Jakarta Remeh...

  • Isfatu Fadhilatul
  • 19 Mar 2020

health

Penderita Ringan COVID 19 Tidak Akan Kenapa-napa

  • Edwin Adriaansz
  • 21 Mar 2020

news

80% Pasien COVID-19 Belum Didiagnosis Sebelum Wuhan Lockdown...

  • Edwin Adriaansz
  • 21 Mar 2020

news

Tidak Ada Pasien Baru COVID-19 di Guangxi, Namun Ada 34 Kasu...

  • Edwin Adriaansz
  • 21 Mar 2020

news

Beberapa Tipe Orang Yang Harus Dikarantina

  • Edwin Adriaansz
  • 22 Mar 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong