Baca dalam 3 menit

Ahli Australia: Lab Wuhan Tidak Seperti Apa yang Dibicarakan Media Barat

Waktu Publish : 01 Jul 2021, 07:00 WIB
SHARE ARTIKEL

Institut Virologi Wuhan - Image from Kompas

Bolong.id - Seorang ilmuwan Australia yang pernah bekerja di laboratorium Wuhan mengatakan bahwa laboratorium itu "lebih rutin" daripada yang digambarkan di media.

"Itu adalah laboratorium biasa yang bekerja dengan cara yang sama seperti laboratorium penahanan tinggi lainnya," kata Danielle Anderson dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg. "Apa yang orang katakan tidak seperti itu."

Dilansir dari Xinhuanet pada Selasa (29/6/2021), Anderson, 42, mulai berkolaborasi dengan laboratorium biosafety level 4 (BSL-4) dari Institut Virologi Wuhan di Tiongkok tengah pada 2016, di mana tugas terakhirnya selesai pada November 2019.

Menggambarkan pekerjaannya pada Ebola di laboratorium sebagai realisasi dari "tujuan karir seumur hidup", ahli virologi berbagi rincian laboratorium yang berbeda dari laporan media Barat.

Laboratorium, katanya, memiliki penunjukan bio-safety tertinggi, serta protokol dan persyaratan ketat untuk mengandung patogen yang sedang dipelajari.

Dia juga mengatakan bahwa seseorang harus melalui prosedur yang rumit ketika keluar dari lab. Dia bahkan terinspirasi oleh metode lab untuk membuat dan memantau disinfektan dan memperkenalkan sistem itu ke labnya sendiri.

Anderson mengatakan bahwa rekan-rekannya menjaganya selama dia tinggal di sana. "Kami pergi makan malam bersama, makan siang, kami bertemu satu sama lain di luar lab," katanya.

Bloomberg melaporkan bahwa Anderson "tercengang oleh penggambaran laboratorium oleh beberapa media di luar Tiongkok, dan serangan beracun terhadap para ilmuwan yang telah terjadi."

Beberapa laporan media Barat mengatakan bahwa tiga peneliti dari laboratorium Wuhan dirawat di rumah sakit dengan gejala seperti flu pada November 2019, tetapi Anderson mengatakan tidak ada seorang pun yang dia kenal saat itu sakit.

Orang-orang di laboratorium wajib melaporkan gejala yang sesuai dengan patogen yang ditangani. "Jika orang sakit, saya berasumsi bahwa saya akan sakit -- dan ternyata tidak," kata Anderson. "Saya diuji untuk virus corona di Singapura sebelum saya divaksinasi, dan tidak pernah memilikinya."

Ilmuwan yang telah bekerja dengan beberapa ahli virologi terkenal selama bertahun-tahun tahu betul bahwa patogen dapat melarikan diri dari laboratorium, tetapi dia yakin bahwa tidak ada virus yang dibuat dengan sengaja untuk menginfeksi orang dan dilepaskan dengan sengaja. (*)

Informasi Seputar Tiongkok

Terkait

news

Ekspor Bijih Besi Australia Bergantung pada China

  • Lupita
  • 13 Jul 2021

news

Dewan HAM PBB Prihatin Adanya Pelanggaran di Australia

  • Visco Joostensz
  • 09 Jul 2021

news

China Gugat Australia di WTO

  • Esy Gracia
  • 25 Jun 2021

news

Kepercayaan Orang Australia terhadap China Merosot

  • Lupita
  • 23 Jun 2021

news

Pantauan Australia: China Sudah Mem-vaksin Semiliar Orang

  • Djono W. Oesman
  • 28 May 2021

business

Australia Tetap Membuka Kembali Dialog dengan China

  • Visco Joostensz
  • 07 May 2021
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong
32
21
16
1
1
3