Meski Sedang Pandemi, China Tetap Promosi Perdagangan Global

logo clock 4 Menit logo clock 05-10-2020, 16:12

Ilustrasi - Image from Okezone Ekonomi

Havana, Bolong.id - Pameran Impor Internasional Tiongkok (CIIE) 2020 yang dijadwalkan pada 5-10 November 2020 di Shanghai, mengonfirmasi upaya Tiongkok untuk mempromosikan perdagangan global meskipun sedang pandemi COVID-19, kata seorang pakar dari Kuba. 

Sementara beberapa kekuatan global sedang menerapkan kebijakan proteksionis di tengah keadaan darurat COVID-19, pemerintah Tiongkok justru mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pertukaran komersial antar negara, kata Gladys Hernandez, pakar senior di Pusat Penelitian Ekonomi Dunia Havana. Demikian dilansir dari Xinhuanet.com, Minggu (4/10/2020).

“Ini adalah platform yang sangat penting bagi barang dan produk Kuba untuk memasuki pasar Tiongkok di tengah krisis internasional yang disebabkan oleh corona,” katanya. 

Bagi Kuba, menjual produknya ke Tiongkok akan membantu negara Karibia itu berkembang; ; dan dengan berpartisipasi dalam CIIE, Kuba dapat menunjukan kemajuan yang signifikan dalam industri farmasi, pariwisata, dan bidang ekonomi lainnya selama beberapa tahun terakhir. 

“Itu terjadi ketika Kuba menerapkan langkah-langkah untuk bangkit dari pandemi COVID-19, termasuk pencabutan pajak 10 persen atas dolar AS, menetapkan kerangka hukum baru untuk mengizinkan sektor swasta melakukan impor dan ekspor,” kata Hernandez. 

Selain itu, Kuba telah memilah syarat dan ketentuan untuk mengakhiri sistem mata uang ganda di masa mendatang, sebagai bagian dari proses bertahap dan terorganisir, katanya. 

Selama pandemi, pemerintah Kuba telah mengadopsi kebijakan yang memprioritaskan bidang ekonomi strategis seperti produksi pangan nasional, pembangunan rumah, dan pertambangan. 

“Tiongkok telah menjadi mitra ekonomi terbesar kedua di Kuba,” kata Hernandez, menambahkan bahwa kerjasama bilateral telah meningkat selama beberapa tahun terakhir sebagai bukti nyata dari hubungan yang tak tergoyahnya antara kedua negara. Selain itu, pemulihan ekonomi Tiongkok ‘menunjukkan keberhasilan penanganan wabah COVID-19 dan ekonomi oleh pemerintah Tiongkok’,” kata Hernandez. 

Belt and Road Initiative Tiongkok akan membawa kemakmuran bagi ekonomi Kuba dan Amerika Latin. Hernandez juga mencatat bahwa Digital Silk Road dan kawasan industri akan membawa peluang bisnis. 

“Tiongkok memiliki kapasitas untuk mendiversifikasi ekonominya, membiarkan sektor negara dan swasta bekerja sama tidak hanya untuk menghadapi virus, tetapi juga untuk terus mengembangkan negara di tengah keadaan kompleks yang dipicu oleh keadaan darurat global,” katanya. 

Pemerintah Tiongkok, di bawah bimbingan Partai Komunis Tiongkok, telah menempatkan perkembangan sains dan teknologi untuk melayani rakyat dalam menanggulangi penyebaran virus secara nasional. 

Mengingat tahun ini adalah peringatan 60 tahun jalinan hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Kuba, Hernandez mengatakan bahwa “kerjasama bilateral akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.”

Penulis : Maureen
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

5 Fakta Tentang Dual Circulation, Konsep Ekonomi Baru China

 

logo clock 30-10-2020, 21:30
logo clock Baca ini dalam 5 Menit
logo share

Hari Kota Dunia 2020 Fokus pada Kerja Komunitas

 

logo clock 30-10-2020, 14:12
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Kedubes China di Makedonia Utara Sumbang Tablet untuk Pelajar

 

logo clock 30-10-2020, 14:03
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

WHO: Pandemi COVID-19 Masih Jauh dari Selesai

 

logo clock 30-10-2020, 14:01
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Sistem Ekonomi China Lebih Terbuka, Lima Tahun ke Depan

 

logo clock 30-10-2020, 12:58
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Viral