
Beijing, Bolong.id - Tiongkok akan memberlakukan standar efisiensi bahan bakar yang lebih ketat untuk kendaraan mulai 1 Januari 2026. Kebijakan ini tertuang dalam tiga standar nasional wajib yang diumumkan oleh Badan Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar, sebagai langkah penting untuk menekan konsumsi energi pada mobil penumpang dan kendaraan niaga ringan.
Dilansir dari 市场监管总局网站 Kamis (01/01/26), aturan baru tersebut menjadi bagian dari upaya penghematan energi selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030). Untuk kendaraan penumpang, batas konsumsi bahan bakar baik untuk kendaraan berbahan bakar konvensional maupun hibrida akan dipersempit sekitar 18 persen. Sebagai contoh, mobil bertransmisi otomatis dengan berat sekitar 1,5 ton nantinya dibatasi maksimal 7,74 liter per 100 kilometer.
Lebih jauh, regulasi ini menetapkan target rata-rata konsumsi bahan bakar perusahaan (corporate average fuel consumption/CAFC) untuk mobil penumpang pada 2030 sebesar 3,3 liter per 100 kilometer. Angka ini turun sekitar 48 persen dibandingkan sebelumnya dan menempatkan Tiongkok pada level terdepan secara internasional. Menariknya, konsumsi energi kendaraan listrik murni serta kendaraan hibrida plug-in juga akan dimasukkan dalam perhitungan, mencerminkan pendekatan yang lebih menyeluruh terhadap efisiensi energi.
Untuk kendaraan niaga ringan, standar baru menurunkan batas konsumsi bahan bakar secara keseluruhan sebesar 10 persen. Di bawah aturan ini, truk berbahan bakar bensin dengan berat sekitar 2 ton tidak boleh mengonsumsi lebih dari 9,13 liter per 100 kilometer. Selain itu, untuk pertama kalinya, Tiongkok juga menetapkan target CAFC bagi produsen kendaraan niaga ringan. Target tahun 2030 untuk truk bensin ditetapkan sebesar 5,7 liter per 100 kilometer, yang dinilai berada pada tingkat maju secara global.
Pemerintah Tiongkok berharap kebijakan ini dapat mendorong peningkatan teknologi di industri otomotif, mempercepat inovasi kendaraan hemat energi, serta memberi lebih banyak pilihan kendaraan ramah lingkungan bagi konsumen. Pada akhirnya, standar baru ini diharapkan dapat mendukung perjalanan hijau dan berkontribusi pada upaya pengurangan emisi serta pembangunan berkelanjutan. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
