Home     News     china
Lama Baca 4 Menit

China Perluas Asuransi Perawatan Jangka Panjang untuk Lansia

14 January 2026, 08:20 WIB

China Perluas Asuransi Perawatan Jangka Panjang untuk Lansia-Image-1
Suasana Perawatan Lansia

Beijing, Bolong.id - Tiongkok terus memperkuat jaring pengaman sosialnya dengan memperluas program asuransi perawatan jangka panjang (long-term care insurance) secara nasional. Langkah ini diambil untuk menjawab meningkatnya kebutuhan perawatan lansia dan penyandang disabilitas di tengah pesatnya penuaan penduduk.

Dilansir dari 人民网, sejak pertama kali diuji coba pada 2016 di 49 kota, program ini telah berkembang pesat. Asuransi perawatan jangka panjang membantu menanggung sebagian biaya bantuan aktivitas sehari-hari bagi lansia, seperti makan dan mandi, serta layanan medis dasar dan perawatan luka rutin bagi penyandang disabilitas.

Menjangkau Ratusan Juta Penduduk

Menurut Administrasi Keamanan Kesehatan Nasional Tiongkok, hingga kini program tersebut telah mencakup hampir 300 juta orang dan memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 3,3 juta penyandang disabilitas. Total pengeluaran dana asuransi telah melampaui 100 miliar yuan (sekitar Rp32 triliun).

Selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021–2025), program ini berhasil menekan biaya perawatan keperawatan masyarakat hingga lebih dari 60 miliar yuan, meringankan beban keluarga yang merawat anggota lanjut usia.

Dorong Pertumbuhan Industri Perawatan Lansia

Program ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan sosial, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor layanan perawatan lansia dan industri kesehatan. Sejak 2021, lebih dari 50 miliar yuan investasi swasta mengalir ke sektor terkait di kota-kota percontohan.

Saat ini, jumlah lembaga layanan perawatan jangka panjang yang ditunjuk telah melampaui 8.800 institusi, dengan sekitar 300.000 tenaga perawat profesional. Kedua angka tersebut meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan awal 2021, mencerminkan pesatnya perkembangan sektor ini.

Tantangan Penuaan Penduduk

Tiongkok menghadapi tantangan demografis besar. Pada akhir 2024, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai 310 juta jiwa, atau sekitar 22 persen dari total populasi. Angka ini diperkirakan melonjak menjadi 400 juta pada 2035.

Dari jumlah tersebut, sekitar 35 juta lansia hidup dengan disabilitas, setara dengan 11,6 persen dari populasi lansia. Jumlah ini diproyeksikan meningkat menjadi 46 juta orang pada 2035.

Menuju Sistem Nasional yang Berkelanjutan

Menanggapi situasi ini, Konferensi Kerja Ekonomi Pusat Tiongkok yang digelar pada Desember lalu menegaskan pentingnya memperluas dan meningkatkan layanan rehabilitasi dan perawatan, serta memperkuat sistem asuransi perawatan jangka panjang, khususnya bagi kelompok rentan.

Dalam lima tahun ke depan, pemerintah Tiongkok akan mempercepat pembentukan sistem asuransi perawatan jangka panjang dengan karakteristik Tiongkok. Tahap awal akan memprioritaskan warga dengan disabilitas berat, sebelum secara bertahap diperluas hingga mencakup seluruh penduduk.

Selain itu, pemerintah juga akan menstandarkan aturan terkait pembiayaan, manfaat, dan mekanisme pembayaran guna memastikan sistem ini berkembang secara berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif.

Langkah ini menegaskan komitmen Tiongkok dalam menghadapi tantangan penuaan penduduk, sekaligus membangun masa depan yang lebih aman dan bermartabat bagi para lansia. (*)

Informasi Seputar Tiongkok