Home     News     china
Lama Baca 3 Menit

Teknologi Satelit dan AI Dorong Akurasi Prakiraan Badai Jangka Pendek di Tiongkok

13 January 2026, 12:16 WIB

Teknologi Satelit dan AI Dorong Akurasi Prakiraan Badai Jangka Pendek di Tiongkok-Image-1
Ilustrasi

Beijing, Bolong.id - Para peneliti Tiongkok mencetak terobosan besar di bidang meteorologi. Mereka berhasil mengembangkan sistem prakiraan badai jangka pendek (nowcasting) berbasis data satelit dan kecerdasan buatan (AI) yang mampu memprediksi cuaca konvektif ekstrem hingga 4 jam sebelumnya dengan tingkat akurasi tinggi.

Dilansir dari 新华网, inovasi ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) dan dipimpin oleh Wang Jingsong dari National Satellite Meteorological Center, bersama tim peneliti lintas universitas dan lembaga riset.

Nowcasting merupakan metode prakiraan cuaca jangka pendek yang mengandalkan pengamatan atmosfer secara real time untuk menghasilkan prediksi cepat. Metode ini sangat krusial dalam sistem peringatan dini bencana, mengingat cuaca ekstrem sering terjadi secara mendadak dan berkembang sangat cepat.

“Cuaca konvektif ekstrem memiliki sifat tiba-tiba, berkembang pesat, dan daya rusak yang besar,” ujar Wang. Ia menekankan bahwa keterbatasan waktu peringatan selama ini kerap menyulitkan respons darurat saat bencana.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti memanfaatkan keunggulan satelit Fengyun-4 yang mampu melakukan pemantauan luas dan berkelanjutan. Data jangka panjang dari satelit ini memungkinkan para ilmuwan mengekstraksi dan memprediksi pola pergerakan awan konvektif yang kompleks dan acak.

Tim kemudian mengembangkan Deep Diffusion Model for Satellite Data (DDMS), sebuah model AI canggih yang menjadi inti sistem nowcasting baru ini. Hasilnya, sistem mampu mencakup area hingga 20 juta kilometer persegi, menghasilkan prakiraan resolusi tinggi setiap 15 menit, dan mempertahankan akurasi hingga 4 jam ke depan melampaui kemampuan model yang ada saat ini.

Kemampuan ini akan semakin diperkuat dengan diluncurkannya satelit Fengyun-4 03, yang memungkinkan koordinasi antarsatelit, transmisi data berkecepatan tinggi, serta fungsi siaran. Dengan tiga satelit Fengyun-4 yang beroperasi bersama, China kini memiliki jaringan observasi terpadu dan terkoordinasi.

Jaringan ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan prakiraan cuaca, pencegahan bencana meteorologi, pemantauan cuaca antariksa, serta pengamatan lingkungan dan ekologi. Terobosan ini menjadi langkah penting menuju sistem peringatan dini yang lebih cepat, akurat, dan andal dalam menghadapi cuaca ekstrem di masa depan. (*)

Informasi Seputar Tiongkok