
Bolong.id - Perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Tanjung Pinang tidak hanya menghadirkan nuansa budaya dan tradisi, tetapi juga memberi dampak ekonomi signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui penyelenggaraan Bazar Imlek, ratusan pelaku UMKM lokal memperoleh ruang promosi sekaligus peningkatan transaksi penjualan selama momentum perayaan.
Bazar yang digelar di kawasan strategis Kota Tua, tepatnya di sepanjang Jalan Merdeka hingga Teuku Umar, menjadi pusat keramaian masyarakat dan wisatawan. Stan-stan yang berjejer menawarkan beragam produk, mulai dari kuliner khas, jajanan tradisional, minuman, pernak-pernik Imlek, dekorasi, kerajinan tangan, hingga busana dan aksesori perayaan.
Pengelola Kegiatan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Alay Immanuel, menjelaskan, bahwa Bazar Imlek tahun ini digelar lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Yaitu dimulai pada tanggal 15 Januari hingga pada 15 Februari 2026.
“Tahun ini kita buat 30 hari, lebih panjang dari tahun sebelumnya, karena antusiasme UMKM hingga 600an yang ikut,” ujar Alay Immanuel.
Selain menjadi ruang transaksi, bazar juga berfungsi sebagai sarana promosi produk lokal agar lebih dikenal luas, termasuk oleh wisatawan yang datang dari luar daerah. Interaksi langsung antara penjual dan pembeli dinilai memperkuat jejaring usaha sekaligus membuka peluang pelanggan baru.
Di sisi lain, penyelenggaraan Bazar Imlek juga memperkuat fungsi sosial dan budaya. Berbagai pertunjukan seni, atraksi barongsai, serta hiburan rakyat menjadikan kawasan bazar sebagai ruang interaksi lintas komunitas. Momentum ini memperlihatkan akulturasi budaya yang telah lama tumbuh di Tanjungpinang, khususnya antara tradisi Tionghoa dan Melayu.(*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
