
Bolong.id - Pemerintah Beijing mulai menggunakan teknologi semprotan organik yang dijuluki “masker tak terlihat” untuk menekan polusi serbuk sari menjelang musim serbuk sari tahunan pada 7-11 Maret, dengan puncak diperkirakan 15-20 Maret.
Teknologi ini berupa pollen fixative, senyawa polimer yang dikembangkan oleh Beijing University of Agriculture. Saat disemprotkan ke pohon juniper, cairan tersebut membentuk lapisan transparan tipis yang mampu menangkap serbuk sari sebelum terlepas ke udara.
Di kawasan Lingkar Kelima Beijing terdapat sekitar 337.000 pohon juniper, dengan hampir 168.000 pohon jantan yang menjadi sumber utama serbuk sari setiap musim semi.
Menurut peneliti, metode ini lebih dari 20 kali lebih efektif dibanding penyiraman air biasa dan cukup disemprotkan sekali sehari.
Teknologi tersebut kini diterapkan di enam distrik inti Beijing setelah melalui uji coba selama tiga tahun. Pemerintah juga mulai menyediakan prakiraan konsentrasi serbuk sari secara real-time untuk membantu warga mengantisipasi alergi musiman.
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement

