Lama Baca 3 Menit

Awak Antariksa Chang'e-6 Mengungkap Pola Distribusi Air di Bulan

26 September 2025, 15:25 WIB

Awak Antariksa Chang'e-6 Mengungkap Pola Distribusi Air di Bulan-Image-1
Data wahana antariksa Chang'e-6 mengungkap distribusi air di Bulan

Beijing, Bolong.id - Untuk pertama kalinya, tim peneliti internasional telah mengungkap kelimpahan dan distribusi air di dan di bawah permukaan Bulan, menggunakan data yang dikumpulkan oleh wahana antariksa bulan Chang'e-6 milik China.

Dilansir dari 环球科学猫 Kamis (25/09/25), studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy menyoroti peran penting angin matahari dan berkebun akibat dampak dalam pembentukan dan evolusi air permukaan bulan.

Para peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, bersama dengan kolaborator dari Universitas Hawaii, menganalisis data in-situ dari lokasi pendaratan Chang'e-6. Mereka menemukan bahwa area yang terganggu oleh semburan menunjukkan pola suhu dan kadar air yang berbeda, didorong oleh redistribusi regolith halus.

Gumpalan pendarat, yang memindahkan dan memperlihatkan regolith berukuran milimeter hingga sentimeter selama penurunan, menawarkan kesempatan langka untuk mempelajari air di bawah permukaan.

Kandungan air rata-rata pada regolith halus yang terekspos di bawah permukaan dangkal adalah sekitar 76 ppm, yang lebih rendah dari kelimpahan permukaan sekitar 105 ppm yang terukur di permukaan, menurut penelitian tersebut.

Selain itu, lokasi pendaratan Chang'e-6 mengandung, rata-rata, sekitar dua kali lipat kandungan air dari lokasi Chang'e-5. 

Tim menemukan bahwa kadar air di lokasi yang sama bervariasi seiring dengan waktu setempat, mencapai minimum pada tengah hari setempat.

Mereka berpendapat bahwa perbedaan kadar air berkorelasi dengan kelimpahan kaca regolith, ukuran partikel, kedalaman dan waktu setempat, memperkuat hipotesis bahwa implantasi angin matahari dan taman tumbukan mengatur pembentukan dan distribusi air bulan.

Temuan ini menunjukkan bahwa regolith berbutir halus di permukaan bulan dan tepat di bawahnya dapat menjadi target utama untuk eksploitasi sumber daya air bulan di masa mendatang.

Misi Chang'e-8, yang dijadwalkan diluncurkan sekitar tahun 2029, akan menargetkan Dataran Tinggi Leibnitz-Beta di dekat wilayah kutub selatan Bulan. Bersamaan dengan misi Chang'e-7 sebelumnya, yang diperkirakan akan diluncurkan pada tahun 2026, misi ini akan melakukan eksplorasi ilmiah dan eksperimen pemanfaatan sumber daya in-situ, yang akan meletakkan dasar bagi Stasiun Penelitian Bulan Internasional di masa mendatang.

Tiongkok memprakarsai Stasiun Penelitian Lunar Internasional, sebuah fasilitas eksperimen ilmiah yang terdiri dari beberapa bagian di permukaan dan orbit Bulan. Fasilitas ini diproyeksikan akan dibangun dalam dua tahap: model dasar yang akan dibangun pada tahun 2035 di wilayah kutub selatan Bulan, dan model lanjutan yang akan dibangun pada tahun 2040-an.  (*)

Informasi Seputar Tiongkok