
Beijing, Bolong.id - Sebuah acara penerjemahan khusus diadakan di Xi'an, ibu kota Provinsi Shaanxi, Tiongkok barat laut, yang mempertemukan para penerjemah dan penulis ternama dari Tiongkok dan mancanegara. Acara ini menjadi wadah untuk membahas bagaimana penerjemahan memberdayakan budaya merah agar dapat diterima oleh khalayak global.
Dilansir dari CGTN Senin (22/09/25), acara khusus ini diselenggarakan untuk memperingati 80 tahun kemenangan Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok Melawan Agresi Jepang dan Perang Anti-Fasis Dunia.
Diselenggarakan oleh Asosiasi Penerjemah Tiongkok dan diselenggarakan bersama oleh Asosiasi Penerjemah Shaanxi, bersama beberapa universitas dan sebuah pusat penelitian di provinsi tersebut, acara ini mengeksplorasi penciptaan dan penerjemahan warisan budaya merah Shaanxi yang khas. Para peserta terlibat dalam diskusi mendalam tentang mengartikulasikan semangat kontemporer dan ekspresi global dari narasi budaya ini.
Para pakar di acara tersebut menekankan bagaimana penerjemahan berfungsi sebagai jembatan yang kuat, menyampaikan pentingnya budaya merah warisan revolusi, pengorbanan, dan semangat yang tak tergoyahkan kepada khalayak di seluruh dunia.
Peserta terhormat termasuk penerjemah dan penulis Tiongkok terkenal He Gu, Mu Tao, dan Hu Zongfeng, serta penerjemah Inggris dan pakar sastra Inggris dan Amerika Robin Gilbank.
Berdasarkan pengalaman mereka yang luas, para ahli berbagi wawasan yang menyoroti peran penting penerjemahan dalam melestarikan memori budaya dan mendorong apresiasi lintas budaya.
Dengan berfokus pada budaya merah di Shaanxi provinsi yang berakar kuat dalam sejarah revolusioner acara tersebut menggarisbawahi upaya berkelanjutan untuk berbagi kisah Tiongkok dengan khalayak global. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
