Baca dalam 3 menit

Singapura dan Indonesia "Kecipratan" Manfaat Atas Cepatnya China Kendalikan Pandemi

Waktu Publish : 23 Apr 2021, 15:32 WIB
Sumber : NetEase
SHARE ARTIKEL

Pemulihan Ekonomi - Image from NetEase

Bolong.id - Pemulihan cepat Tiongkok dari krisis COVID-19 adalah faktor eksternal yang menentukan yang mempengaruhi prospek ekonomi negara-negara ASEAN, tulis artikel "Nikkei Asia".

Dilansir dari NetEase (21/04/2021), surat kabar tersebut menunjukkan bahwa Tiongkok menyumbang 14,2% dari total ekspor ASEAN. Amerika Serikat, mitra dagang terbesar kedua ASEAN, menyumbang 12,9%, dan Uni Eropa menyumbang 10,8%. Karena Tiongkok menunjukkan statistik ekonomi yang sangat baik pada kuartal pertama-PDB tumbuh sebesar 18,3% tahun-ke-tahun, hal ini membawa prospek ekonomi yang lebih baik ke negara-negara ASEAN. Ekspor Singapura (tidak termasuk minyak mentah) meningkat 12,1% di bulan Maret. Ekspor Singapura ke Tiongkok meningkat 46,4% di bulan yang sama. Terlihat pasokan komoditas ekspor ke Tiongkok mengalami peningkatan selama tiga bulan berturut-turut.

"Nikkei Asia" menunjukkan bahwa fakta telah membuktikan bahwa pemulihan cepat Tiongkok telah menyelamatkan Singapura. PDB negara-kota ini menyusut 5,4% tahun lalu, dan hanya mungkin menunjukkan tren positif pada kuartal pertama 2021. Indonesia juga mendapat manfaat dari keberhasilan Tiongkok dalam memerangi pandemi. Ekspor Indonesia pada Maret meningkat 30,5%, tertinggi dalam empat tahun terakhir. Menurut statistik resmi, Tiongkok telah menjadi penerima barang Indonesia terbesar dalam tiga bulan terakhir. Ekspor ke Tiongkok (tidak termasuk minyak) meningkat 63% di kuartal pertama. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, itu meningkat 80% di bulan Maret. Komoditi ekspor utama adalah baja canai dan baja, batu bara, dan minyak sawit.

Sejalan dengan memburuknya hubungan antara Tiongkok dan Australia, situasi di Indonesia menjadi sangat membaik. Tiongkok mengurangi pembelian beberapa komoditas di Australia dan mulai meningkatkan pembeliannya di Indonesia. Selain itu, negara-negara ASEAN lainnya juga mendapat manfaat dari redistribusi rantai pasokan. Total ekspor Vietnam pada bulan Maret meningkat sebesar 24% tahun-ke-tahun, dan ekspor Malaysia ke Tiongkok pada bulan Februari meningkat sebesar 35,8%, terutama karena peningkatan pasokan elektronik, produk minyak bumi, dan gas alam cair. ASEAN juga berharap dapat memperluas perdagangan dengan Tiongkok melalui RCEP di masa depan. Tiongkok telah menyetujui perjanjian ini. Ini harus menjadi perjanjian perdagangan terbesar di Asia. Artikel di Nikkei Asia menyimpulkan bahwa perjanjian tersebut diharapkan mulai berlaku pada tahun 2022. (*)


Informasi Seputar Tiongkok

Terkait

news

Lockdown, Sejumlah Pegawa di China Menginap di Gedung Kantor

  • Lupita
  • 22 Jan 2022

culture

Hyatt dan Keyestone Group Hadirkan Hotel Bertema Hello Kitty...

  • Lupita
  • 22 Jan 2022

technology

China Diharapkan Jadi Pusat Global Manufaktur Robotika Kelas...

  • Lupita
  • 22 Jan 2022

lifestyle

Piala Asia Wanita AFC 2022, Timnas China Tuai Kemenangan Bes...

  • Lupita
  • 22 Jan 2022

culture

SEJARAH: 1928 Peristiwa Pemberontakan di Hunan Selatan

  • Lupita
  • 22 Jan 2022

lifestyle

5 Drama Ini Trending di WEIBO, Mulai Bucin sampai Gila

  • Djono W. Oesman
  • 22 Jan 2022
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong