Baca dalam 3 menit

Hah? TikTok Kembangkan Sistem Iklan Untuk UKM?

Waktu Publish : 26 Jul 2020, 07:32 WIB
SHARE ARTIKEL

TikTok for Business - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Dilansir Tech In Asia, memanfaatkan sedikit anggaran merupakan pilihan terbaik dari para pebisnis usaha kecil dan menengah (UKM). Seperti dalam sistem iklan misalnya. Para pebisnis UKM lebih memilih menaruh iklan di platform online daripada offline karena alasan biaya.

Namun, yang seringkali menjadi masalah, UKM kalah saing dengan perusahaan besar yang juga akan menaruh iklan mereka di platform online dengan 100 kali anggaran iklan lebih banyak. Hal ini terkadang membuat UKM merasa dirugikan.

TikTok (抖音), aplikasi video musik asal Tiongkok, telah meluncurkan TikTok for Business sebagai solusi akan masalah ini.

Dengan memberi pengguna ke sejumlah platform kreatif, layanan baru TikTok ini memungkinkan para pebisnis UKM menghasilkan iklan dalam berbagai format yang sangat menarik dan membantu mereka menjangkau target konsumen yang sesuai.

"Baik itu meningkatkan popularitas brand, mendorong untuk mendownload aplikasi, atau meningkatkan penjualan online dan offline. Para pebisnis dapat menggunakan format berbeda untuk mencapai tujuan pemasaran mereka," kata Chew Wee Ng (黄秋惠), kepala pemasaran bisnis di TikTok.

Dengan sifat aplikasi video pendek yang sangat menarik, format ini bekerja dengan sangat baik, tambahnya. Misalnya, perusahaan dapat menarik pengguna TikTok untuk berpartisipasi dalam tantangan hashtag atau membuat konten menggunakan efek yang disponsori oleh brand tersebut.

“Ini bukan hanya tentang suka, komentar, atau bagikan. Ini tentang partisipasi," kata Ng. "Di TikTok, Anda bisa membuat konsumen menghabiskan 20 hingga 30 menit dari waktu mereka untuk membuat konten dan membangun hubungan dengan brand Anda."

Dengan memanfaatkan beragam platform kreatif di TikTok, UKM dapat menemukan target konsumen mereka sama efektifnya dengan perusahaan besar. (*)


Terkait

news

Pompeo: AS Berusaha Larang Media Sosial Tiongkok, Termasuk T...

  • Aisyah Hidayatullah
  • 08 Jul 2020

technology

TikTok Hapus 49 Juta Video Tak Pantas di Semester II 2019

  • Yohana Intan
  • 13 Jul 2020

technology

India Stop TikTok Masuk, Penggantinya Chingari Ternyata Berm...

  • Yohana Intan
  • 13 Jul 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong