Baca dalam 3 menit

Startup Fashion Indonesia Sorabel Akan Ditutup

Waktu Publish : 25 Jul 2020, 11:09 WIB
SHARE ARTIKEL

Sorabel - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Dilansir Tech in Asia, Sorabel, startup e-commerce fashion Indonesia, akan ditutup karena pandemi COVID-19 telah membuat rugi perusahaan.

“Bisnis kami sangat terpukul dan kami tidak punya cadangan uang tunai untuk bertahan dari krisis besar ini,” kata Jeffrey Yuwono, pendiri dan mantan CEO Sorabel.

Perusahaan ini sekarang telah menunjuk administrator pihak ketiga untuk menjaga kepentingan pemegang saham dan kreditornya.

Menurut Kepala Keuangan Sorabel Kevin Widlansky, perusahaan mungkin dapat melikuidasi bagian-bagian dari saham penjualan perusahaan di belakang Sorabel. Sementara perusahaan lain dapat memperoleh sisa sahamnya, termasuk merek Sorabel.

Jika itu terjadi, merek Sorabel dapat terus ada dan beberapa karyawan juga dapat tetap bekerja di perusahaan. Namun, yang akan memimpin bisnis adalah perusahaan pengakuisisi merek Sorabel.

Media lokal DailySocial sebelumnya juga melaporkan bahwa Sorabel sedang mengalami proses likuidasi atau pembubaran perusahaan oleh likuidator.

"Karena proses likuidasi ini, kita harus mengakhiri kontrak kerja tanpa kecuali, berlaku per 30 Juli 2020. Saya yakin tidak ada yang akan mengharapkan hal ini terjadi," kata perusahaan dalam surat internal kepada karyawannya.

Namun, Sorabel mengatakan kepada Tech in Asia bahwa surat itu dimaksudkan untuk memberitahu karyawan bahwa perusahaan tidak akan dapat membayar gaji lebih dari Juli 2020 ini dan tidak akan langsung melakukan likuidasi atau kebangkrutan.

Didirikan pada tahun 2014 sebagai Sale Stock, perusahaan ini telah meraih keuntungan pada Juli 2019. Startup ini mengumpulkan total US$27 juta atau sekitar Rp394 miliar dari investor seperti Mitra Gobi, Dana Pertumbuhan Bintang Kejora-InterVest, SMDV, dan Alpha JWC Ventures.

“Rasanya benar-benar mengubah citra bekerja dan kami sedang dalam perjalanan. Kami tumbuh sangat cepat sepanjang tahun dari awal hingga akhir tahun, meningkatkan pendapatan sebesar 2,4 kali dan kesadaran akan merek Sorabel mulai meningkat pada Q4 tahun 2019, ” ujar Yuwono.

Perusahaan itu juga sedang menguji sebuah toko di Filipina dengan eksperimen yang direncanakan di Vietnam dan Kamboja. Toko di Filipina pun telah tutup pada Februari 2020.

Yuwono telah mengundurkan diri sebagai CEO Sorabel sejak Juni 2020, tetapi ia masih akan terlibat dengan transisi perusahaan. Co-founder Lingga Madu dan Ariza Novianti, juga telah meninggalkan perusahaan sejak akhir 2019 lalu. (*)


Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong