Hari Ini, Hong Kong Lakukan Program Tes COVID-19 Massal

logo clock 3 Menit logo clock 01-09-2020, 19:31

Seorang petugas kesehatan bersiap untuk mengambil sampel usap untuk diuji COVID-19 di Hong Kong, 24 Juli 2020 - Image from China Daily

Hong Kong, Bolong.id - Hong Kong sangat siap untuk peluncuran program tes COVID-19 massal pada Selasa (1/8/2020), kata seorang pejabat pemerintah terkemuka. Lebih dari 553.000 orang telah mendaftar secara online pada pukul 6 sore hingga Senin (31/8/2020).

Lebih dari 6.000 pekerja medis telah secara sukarela berpartisipasi dalam program tersebut, dan sekitar 4.000 pegawai negeri dari 75 biro kebijakan dan departemen telah ditugaskan untuk memfasilitasi pekerjaan administrasi, kata pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong, dilansir dari China Daily, Selasa (1/8/2020).

Menginspeksi pusat pengujian, Kepala Sekretaris Administrasi Matthew Cheung Kin-chung mengatakan pada Senin (31/8/2020) bahwa persiapan untuk program selama seminggu telah selesai.

"Rancangan pusat telah memastikan bahwa pengujian akan aman, nyaman dan cepat, dengan perlindungan privasi pribadi penuh," tambahnya.

Menurut situs web program, janji temu di 14 pusat pengujian sudah terpesan penuh hingga 7 September 2020.

Namun terlepas dari partisipasi warga yang antusias, beberapa pemimpin kelompok medis dan aktivis oposisi telah berulang kali menolak program tersebut dan menyerukan kepada publik untuk memboikotnya. Pada Sabtu (29/8/2020), seorang relawan yang membagikan selebaran tentang pengujian virus diserang oleh seorang pria.

Anggota parlemen Alice Mak Mei-kuen mengatakan, merupakan tindakan egois bagi beberapa individu untuk mendiskreditkan program pengujian universal hanya untuk tujuan pribadi.

Mak memperingatkan bahwa jika masyarakat disesatkan oleh kata-kata mereka dan dihalangi untuk mengikuti tes, beberapa kasus infeksi tanpa gejala di masyarakat dapat terlewat. Hal ini akan menyebabkan wabah kembali berulang yang akan merugikan masyarakat.

Chow Pak-chin, wakil presiden Asosiasi Medis, mengatakan kepada China Daily bahwa dia berharap orang-orang ini tidak mempolitisasi kesehatan masyarakat. "Sangat penting bagi tenaga medis profesional untuk membuat klaim berbasis bukti," katanya.

Pada hari Senin, Hong Kong melaporkan sembilan infeksi COVID-19 baru, kenaikan harian terendah sejak 24 Agustus 2020, sehingga total menjadi 4.810. Mengingat tren yang menyusut, pemerintah mengumumkan pembukaan kembali sekolah-sekolah Hong Kong secara bertahap mulai 23 September 2020. (*)


Penulis : Yohana Intan
Editor : Edwin Adriaansz

Terkait

Zhao Lijian: China Tak Pernah Cari Musuh, Fokus Makmurkan Rakyat

 

logo clock 22-10-2020, 15:02
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Kenang Semangat Perang Putera Mao Zedong 1950, Inspirasi bagi Pelajar Sekarang

 

logo clock 22-10-2020, 14:37
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Xi Jinping Serukan Hormati Pahlawan, Itu Energi Besar Peremajaan Bangsa

 

logo clock 22-10-2020, 14:22
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Perangi COVID-19, Kedubes China Sumbang Alat Bantu Napas ke Filipina

 

logo clock 22-10-2020, 14:09
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Terjadi Diskrimasi Terhadap Pelajar China, China Desak AS untuk Hentikan

 

logo clock 22-10-2020, 10:29
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Viral