Lama Baca 3 Menit

Bill Gates: Data AS dari TikTok Bakal Aman dengan Microsoft

06 August 2020, 08:31 WIB

Bill Gates: Data AS dari TikTok Bakal Aman dengan Microsoft-Image-1

Pendiri Microsoft, Bill Gates - Image from Reuters

Amerika Serikat, Bolong.id - Salah satu pendiri Microsoft Corp (calon pembeli TikTok), Bill Gates berujar, akan berhati-hati dengan janji menjaga data tetap aman, dan tidak akan melakukan apa pun yang dipandang sebagai "bermusuhan" seperti terjadi, AS dan Tiongkok.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Television pada Selasa (4/8/20), Gates mengatakan, akuisisi TikTok sangat istimewa dan melibatkan banyak masalah prinsip. Microsoft telah melakukan banyak investasi di Tiongkok dan merekrut insinyur dari seluruh dunia, termasuk Tiongkok.

Ia menambahkan, Microsoft juga sangat mementingkan keamanan data TikTok, juga secara aktif membangun kerjasama dengan seluruh dunia dan tidak akan membuat gerakan "bermusuhan".

Gates tidak memberikan jawaban jelas mengenai masuk akal atau tidak bagi pemerintahan Trump untuk memaksa TikTok menutup atau menjual bisnisnya karena merupakan perusahaan Tiongkok, tetapi Gates menjawab bahwa ia belum melihat laporan relevan dan tidak tahu apa yang terjadi ketika Trump membuat keputusan seperti itu. 

Gates juga menegaskan kemampuan TikTok untuk berinovasi, dengan mengatakan TikTok telah melakukan "pekerjaan hebat, dan mudah-mudahan itu memungkinkan berlanjut dalam beberapa bentuk."

Bill Gates: Data AS dari TikTok Bakal Aman dengan Microsoft-Image-2

TikTok - Image from VCG

Setelah bernegosiasi dengan Gedung Putih, Microsoft mengumumkan pada Minggu (2/8/20) bahwa ia akan terus menegosiasikan akuisisi bisnis TikTok dan memperluas ruang lingkup akuisisi ke bisnis TikTok di Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Microsoft berharap negosiasi akan selesai pada 15 September 2020.

Sebelumnya, Presiden Trump AS meminta kepada siapa pun TikTok dijual, mereka harus membayar sejumlah uang kepada Departemen Keuangan AS, dengan maksud "menarik uang" dari pembelian dan penjualan yang kuat ini. 

Namun pejabat Gedung Putih belum memberikan dasar untuk pendekatan ini. Beberapa pakar hukum memperingatkan bahwa langkah Trump mungkin menghadapi tantangan dari undang-undang AS. (*)