Baca dalam 3 menit

Proyek Perpustakaan Mini Ini Bermanfaat Bagi Ribuan Keluarga Tiongkok

SHARE ARTIKEL

Anak-anak kecil mengadakan acara membaca di N-Library - Image from GT

Pembaca memilih buku di N-Library - Image from GT

Guangdong, Bolong.id - Bagi Lin Jiaoling, seorang ibu penuh waktu, menemani kedua putranya di klub membaca telah menjadi sesuatu yang tidak ingin dia lewatkan, meski kini dia sedang menantikan anak ketiga.

"Kedua putra saya sangat gemar membaca sehingga mereka tidak ingin melewatkan acara membaca yang diselenggarakan oleh guru Mo," ujar penduduk asli Provinsi Guangdong, yang mengetahui tentang Mo Chunyi melalui akun WeChat publik milik guru yang didedikasikan untuk mempromosikan membaca di antara anak-anak.

Mo, yang memiliki pengalaman pendidikan anak selama bertahun-tahun, mengatakan dia berharap bisa lebih banyak anak dan orang tua yang terlibat dalam membaca, apalagi sekarang perangkat pintar sangat populer dan mudah menarik perhatian mereka.

Apa yang telah dilakukan Mo selama bertahun-tahun adalah persis seperti apa yang ingin dilakukan oleh Perpustakaan Foshan sejak awal. Sasaran yang selaras ini membuat Mo bergabung dengan proyek Perpustakaan Lingkungan Perpustakaan (Neighborhood Library), atau N-Library.

"Orang-orang seperti Mo dapat menanam benih kebiasaan membaca yang baik sejak usia belia," kata Huang Baichuan, kurator perpustakaan di kota Provinsi Foshan.

"Kami bekerja dengan mereka sebagai bagian dari proyek, yang membantu keluarga membangun perpustakaan di rumah mereka dengan memberi mereka akses ke koleksi buku dan sumber daya perpustakaan umum."

Mo saat ini mengelola sebuah studio untuk pendidikan anak, yang juga menyediakan perpustakaan mini dan ruang membaca gratis untuk anak-anak.

Sejak 2014, studio Mo, yang sekarang memiliki 10.000 buku, telah menyelenggarakan lebih dari 400 acara membaca. Dengan bantuan Perpustakaan Foshan, Mo juga memperkenalkan peralatan baru ke studio sebagai bagian dari program Rumah Budaya Cerdas, yang membuat membaca lebih mudah melalui teknologi multimedia.

Huang mengatakan, selama pelamar memenuhi beberapa persyaratan seperti memiliki lokasi tetap dan catatan yang baik di perpustakaan, siapa pun dapat mendirikan N-Library, menjadi kurator, bahkan menamainya sesuka hati. Seorang ibu dari dua putri kembar, Tao Xiangmei cukup beruntung menjadi kurator N-Library ke-1000 Foshan pada 7 Agustus 2020.

Terinspirasi oleh N-Library tetangganya, Tao memutuskan untuk membuat sendiri setelah berbicara dengan anggota keluarga lainnya. Setiap pelamar yang berhasil dapat meminjam setidaknya 200 buku, jadi Tao sangat terkejut karena dia dapat meminjam hingga 2.000 buku.

Menurut Huang, pemilik perpustakaan mini ini harus memenuhi beberapa kewajiban selama kerja sama selama satu tahun, seperti menyelenggarakan setidaknya tiga acara membaca yang dihadiri oleh lebih dari tiga orang.

Mereka juga dapat meminta buku baru untuk koleksi mereka yang akan dibeli perpustakaan untuk mereka.

Pada akhir Juli 2020, Perpustakaan Foshan menjadi pemenang pertama Penghargaan Pemasaran Internasional PressReader untuk tahun 2020, yang diselenggarakan oleh Federasi Internasional Asosiasi dan Lembaga Perpustakaan. Ini menandai pertama kalinya perpustakaan umum di Tiongkok memenangkan penghargaan tersebut.

“Dengan bantuan teknologi informasi, N-Library berfungsi sebagai perpustakaan mini yang melayani kerabat dan teman, tetangga, penyandang disabilitas, serta lansia,” ujar pengumuman penghargaan tersebut.

Namun, di mata Huang, memenangkan penghargaan semacam itu tidak sepenting dampak proyek terhadap kebiasaan membaca keluarga di kota. Kini, membaca telah menjadi waktu bersama para ayah dan putra, ibu dan putri, serta ikatan yang mempersatukan semua anggota keluarga.

Lin mencatat bahwa kedua putranya, suaminya dan dirinya sendiri menjadi lebih terhubung melalui membaca. Misalnya, saat mempersiapkan acara, semuanya perlu bekerja sama untuk berkontribusi.

Dampaknya tidak hanya terbatas pada keluarga, tetapi meluas ke seluruh masyarakat.

Di kota-kota seperti Foshan, orang biasanya tidak suka berinteraksi dalam kelompok besar. Namun, banyak hal berubah ketika N-Library tiba. Orang menjadi lebih bersedia untuk masuk ke perpustakaan ini dan berbicara satu sama lain.

Statistik dari koran lokal Foshan Daily menunjukkan bahwa hampir 1,5 juta orang di kota berpenduduk 8 juta memiliki kartu perpustakaan. Pada 2019, rata-rata 9,59 buku kertas dan 9,8 buku digital dibaca per orang. (*)


Terkait

international

Perpustakaan Hong Kong Memeriksa Buku-Buku ‘Kemerdekaan Ho...

  • Dwi
  • 07 Jul 2020

culture

Proyek Perpustakaan Mini Ini Bermanfaat Bagi Ribuan Keluarga...

  • Isna Fauziah
  • 26 Aug 2020

culture

Karya Sastra Online Merambah Koleksi Perpustakaan Nasional T...

  • Isna Fauziah
  • 02 Sep 2020

culture

Perpustakaan Bersejarah di Los Angeles Buka Perluasan Taman ...

  • Isna Fauziah
  • 04 Sep 2020

culture

Bangun Perpustakaan Bahasa Terbesar di Dunia, China Lestarik...

  • Maureen
  • 12 Oct 2020

culture

Buku tentang Konfusius Bahasa Prancis, Masuk Perpustakaan Na...

  • Isna Fauziah
  • 05 Nov 2020
Logo follow bolong