Baca dalam 3 menit

Konde Unik Suku Miao, Hanya Dipakai di Acara Khusus

Waktu Publish : 03 Feb 2021, 12:54 WIB
SHARE ARTIKEL

Suku Miao - Image from kumparan

Guizhou, Bolong.id - Tiongkok negara yang sangat kaya budaya. Dipelihara masyarakat dari zaman ke zaman. Tengoklah, perempuan Suku Miao, Tiongkok, biasa mengenakan konde kepala berbentuk tanduk. Jangan pernah ditertawakan, karena itu kebanggaan mereka.

Miao, etnis besar di Tiongkok. Suku Miao mendiami wilayah Liupanshui, provinsi Guizhou. Perbedaan etnis ini dengan suku lain adalah hiasan kepala, serupa tanduk kerbau bagi para wanitanya.

Bagi wanita Miao, aksesoris rambut itu merupakan cara menghormati nenek moyang. Karena mereka mengenakan bagian tubuh leluhur yang sudah meninggal tersebut pada perayaan penting saja. Tidak sehari-hari.

Menurut perempuan Miao, hiasan kepala dari nenek moyang itu dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka, dan membuatnya terlihat cantik.

Hiasan itu terbuat dari bahan rambut. Kumpulan rambut milik kerabat atau leluhur yang sudah meninggal. Para perempuan Miao selalu menyimpan helaian rambut dari sanak keluarganya dan menenunnya menjadi hiasan kepala. 

Dilansir dari Global Times, Selasa (02/02/21) hiasan kepala tradisional ini digabungkan dengan benang wol, linen, dan sedikit rambut leluhur. Sebagian rambut nenek moyang yang tidak dibuat hiasan kepala, disimpan dan digunakan untuk memperingati hari kematiannya.

Suku Miao - Image from Kumparan

Para wanita itu juga menyimpan dan mengumpulkan helai demi helai rambut yang rontok saat menyisir. Kemudian ketika sudah terkumpul banyak, mereka akan menyerahkan rambut tersebut kepada anak perempuannya saat menikah.

Menurut kepercayaan Suku Miao, zaman dahulu tradisi itu dilakukan untuk menakut-nakuti binatang buas saat mereka bertani di daerah pegunungan. Namun saat ini, hiasan kepala dari rambut nenek moyang mereka hanya digunakan untuk upacara adat.

Dulunya tak hanya wanita suku Miao yang mengenakan aksesoris rambut seperti ini. Para prianya pun mengenakan hiasan rambut sejenis. Namun seiring berlalunya waktu, tradisi ini hanya dipertahankan kaum wanitanya. Pasalnya mengenakan aksesoris rambut berat tersebut membuat para pria tak leluasa bergerak saat bekerja.  (*)

Terkait

technology

Akankah Tiongkok Bergantung Pada Pendidikan Online, Setelah ...

  • Nabila Caya
  • 03 Apr 2020

news

Memanfaatkan Anak Di Bawah Umur Untuk Aksi Kriminal, Hukuman...

  • Aisyah Hidayatullah
  • 23 Apr 2020

news

Bikin Terharu, Inilah Perayaan Hari Ibu di Tiongkok

  • Aisyah Hidayatullah
  • 10 May 2020

health

Berikut Ini adalah Tips Bermanfaat dari UNICEF: Makan Mudah,...

  • Aisyah Hidayatullah
  • 10 May 2020

news

Makin Maju, Tiongkok Punya Ratusan Juta Pengguna Internet di...

  • Aisyah Hidayatullah
  • 13 May 2020

health

Akhirnya Sekolah Kembali Aktif, Psikolog Sarankan untuk Perh...

  • Nabila Caya
  • 16 May 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong