Baca dalam 3 menit

Tiongkok, Rusia, India Miliki Kepentingan Bersama yang Luas

Waktu Publish : 11 Sep 2020, 17:35 WIB
SHARE ARTIKEL

Anggota Dewan Negara dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wangyi (kanan), Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (Tengah), Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar berfose saat pertemuan di Moskow, Rusia, 10 September 2020 - Image from CGTN

Moskow, Bolong.id - Tiongkok, Rusia dan India berbagi kepentingan bersama dan ide yang luas dan mendalam, Anggota Dewan Negara Tiongkok dan Menteri Luar Negeri Wang Yi (王毅) mengatakan pada Kamis (10/9/20).

Ketiga negara tersebut adalah negara besar dan perekonomian yang berkembang pesat dengan pengaruh global, ujar Wang saat pertemuan dan makan siang di Moskow dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar.

Menghadapi perubahan besar dan pandemi global, ketiga negara harus memperkuat rasa saling percaya dan bersama-sama mempromosikan perdamaian dan stabilitas dunia, katanya.

Tiongkok bersedia bekerja sama dengan Rusia dan India untuk mengedepankan semangat keterbukaan, persatuan, kepercayaan dan kerja sama, membangun konsensus, mempromosikan kerja sama, dan mengirim sinyal positif kepada dunia untuk menegakkan multilateralisme dan bergandengan tangan untuk menghadapi tantangan, tambahnya.

Wang mencatat selalu ada keraguan tentang prospek kerja sama Tiongkok, Rusia, dan India, tetapi pertama-tama, ketiga negara tersebut memiliki kepentingan dan gagasan yang sama dan mendalam, yang dirangkum oleh pejabat senior Tiongkok sebagai berikut:

Pertama, Tiongkok, Rusia dan India mendukung multi-polarisasi dunia, yang merupakan tren yang tak terhindarkan dalam perkembangan masyarakat manusia, kata Wang, seraya menambahkan bahwa demokratisasi hubungan internasional harus secara aktif dipromosikan untuk tujuan ini.

Kedua, ketiga negara mendukung multilateralisme, yang mewakili arah pembangunan peradaban manusia, ujar Wang, seraya menambahkan bahwa dunia tidak dapat kembali ke era "hukum rimba".

Ketiga, ketiga negara tersebut bersikeras mempertahankan otoritas hukum internasional, ujar Wang. Secara khusus, tujuan dan prinsip Piagam PBB dan Lima Prinsip Koeksistensi Damai harus diikuti dengan ketat, tambahnya.

Keempat, ketiga negara menentang campur tangan urusan dalam negeri negara lain, katanya. Urusan internal suatu negara harus diputuskan dengan sendirinya, dan orang-orang dari semua negara memiliki hak untuk memilih jalur pembangunannya sendiri.

Kelima, tiga negara bersiap menyesuaikan diri dengan tren globalisasi, kata Wang. Stabilitas rantai industri dan rantai pasokan global harus dipertahankan, dan globalisasi harus didorong ke arah pembangunan yang inklusif dan saling menguntungkan.

Keenam, Tiongkok, Rusia dan India berkomitmen untuk pembangunan dan revitalisasi nasional, katanya. Pembangunan ketiga negara merupakan peluang satu sama lain dan mereka harus saling mendukung dan membantu, bergerak maju bersama di jalan pembangunan.

Ketujuh, ketiga negara mendukung penguatan pemerintahan global, ujar Wang. Kemampuan lembaga internasional untuk secara efektif menanggapi ancaman dan tantangan baru harus ditingkatkan untuk memberikan jaminan kelembagaan bagi modernisasi kapasitas tata kelola global.

Kepentingan dan konsep bersama yang disebutkan di atas adalah dasar politik penting untuk kerja sama Tiongkok-Rusia-India dan juga merupakan sumber kekuatan kerja sama trilateral, kata Wang, seraya menambahkan bahwa ketiga negara dapat memberikan energi dan stabilitas yang lebih positif kepada dunia dengan bertahan dalam persatuan dan kerjasama.

Lavrov dan Jaishankar setuju dengan Wang, percaya bahwa ketiga negara memiliki kepentingan bersama yang luas dan bahwa multi-polarisasi adalah tren dunia yang tak terbendung. Di bawah situasi saat ini, perlu berusaha menjaga multilateralisme dan secara tegas mendukung posisi inti Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam sistem internasional, kata mereka.

Usai pertemuan, ketiga pihak mengeluarkan siaran pers bersama. (*)

Terkait

news

Mencari Sumber Virus Itu Sama Dengan Mencari Penyebab Perang...

  • Nabila Caya
  • 26 May 2020
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong
23
14
13
0
1
2