'Treasure Hunt Relay': Proyek Berbagi Online Tampilkan Kekayaan Budaya

logo clock 4 Menit logo clock 17-09-2020, 15:12

Proyek Berbagi Online Tampilkan Kekayaan Budaya Global - Image from CGTN

Beijing, Bolong.id - Acara berbagi online yang menampilkan khazanah budaya untuk khalayak global telah berhasil dilaksanakan sampai penutupan. Dinamakan "Treasure Hunt Relay: Global Museum Director's Choice, (Estafet Perburuan Harta Karun: Pilihan Direktur Global)" inisiatif online diluncurkan oleh Museum Nasional Tiongkok bekerja sama dengan 15 museum dari negara-negara termasuk Inggris, Argentina, Rusia, dan Afrika Selatan.

Program tersebut merupakan upaya museum untuk mengurangi dampak pandemi dan memperluas pengaruh sosialnya.

Poster Acara - Image from CGTN

"Pandemi ini berdampak besar pada industri museum. Untuk memenuhi kebutuhan lebih banyak orang, Museum Nasional Tiongkok meluncurkan lebih dari 40 ruang pameran virtual dan kursus digital. Estafet Perburuan Harta Karun Museum Global ini adalah proyek terbaru kami," ujar Wang Chunfa (王春法), Direktur Museum Nasional Tiongkok.

Pada 6 September 2020, Wang Chunfa (王春法) membuka presentasi online pertama. Dia membagikan lima benda favoritnya dari koleksi museum.

Selama 60 menit, sutradara tidak hanya mengenalkan nilai estetika dan budaya relik, tetapi juga berinteraksi dengan peserta dan menjawab pertanyaan mereka. Hampir 50 juta orang dari dalam dan luar negeri menyaksikan presentasi tersebut.

15 direktur museum lainnya memberikan tongkat estafet pada hari-hari berikutnya, berbagi harta nasional mereka. Lebih dari 20 platform internet dan media berpartisipasi dalam menyiarkan acara tersebut, dengan total jumlah penonton lebih dari 200 juta.

"Saya pikir dunia tidak pernah membutuhkan museum lebih dari yang dibutuhkan sekarang... Museum kami penting saat ini karena mereka (museum) menopang masyarakat kami dan memberi rasa harapan dan optimisme," ujar Mathew Trinca, Direktur Museum Nasional dari Australia, seperti dilansir dari CGTN.

Poster Acara - Image from CGTN

Ruang virtual, pameran cloud, dan siaran langsung dapat melampaui batas ruang dan waktu, sehingga penonton dari seluruh dunia dapat memiliki kesempatan untuk mengetahui lebih banyak tentang museum, menikmati harta warisan budaya dan koleksi yang sangat indah, dan menghargai kecemerlangan dan kemegahan peradaban yang berbeda.

Hampir 90 persen museum telah ditutup selama pandemi, dan 13 persen di antaranya mungkin akan ditutup secara permanen. Acara online ini tidak hanya mengarahkan penonton melalui khazanah budaya dari berbagai negara, tetapi juga memberikan inspirasi baru untuk kerjasama jangka panjang antar museum global.

"Melalui acara ini, kami telah membentuk platform online yang penting. Kami berharap semakin banyak museum dapat bergabung dengan kami di masa mendatang. Kami akan terus meningkatkan pengaruh platform ini. Kami juga menantikan kerja sama internasional yang baru," kata Wang.

"Untuk saat ini, kami telah membentuk Aliansi Museum Nasional Jalur Sutra, Aliansi Museum Nasional BRICS, dan Forum Direktur Museum Global. Kami sekarang sedang bekerja untuk membentuk Aliansi Museum Nasional Organisasi Kerja Sama Shanghai. Saya yakin kita akan melihat lebih banyak kerja sama museum terkait dan komunikasi di masa depan," tambahnya. (*)


Penulis : Isna Fauziah
Editor : Edwin Adriaansz

Terkait

Karya Ye Maozhong Inspirasi Pemilik Museum Ambil Risiko

 

logo clock 25-10-2020, 08:01
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Serial Suspense-Thriller Online China Ini Populer di Seluruh Asia

 

logo clock 24-10-2020, 16:57
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Teater Battle of Triangle Hill Tampilkan Kehidupan Nyata ke Panggung

 

logo clock 24-10-2020, 12:52
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Film Sacrifice Raih Rp219 Miliar di Pertunjukan Perdana

 

logo clock 24-10-2020, 12:47
logo clock Baca ini dalam 5 Menit
logo share

Wolfgang's Steakhouse Amerika Buka Cabang di Beijing

 

logo clock 24-10-2020, 12:39
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Viral