COVAX China Gabung WHO, Distribusikan Vaksin COVID-19

logo clock 3 Menit logo clock 09-10-2020, 14:30

Ilustrasi Vaksin COVID-19 - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id - Pemerintah Tiongkok pada Jumat (9/10/20) mengatakan, bahwa mereka telah bergabung dengan inisiasi vaksin COVID-19 global yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tiongkok sebagai negara dengan ekonomi terbesar hingga saat ini menjanjikan dukungan untuk membantu membeli dan mendistribusikan vaksin COVID-19 secara adil.

Langkah Tiongkok, tempat COVID-19 pertama kali dilaporkan, dilakukan ketika negara tersebut mengadakan pembicaraan terpisah dengan WHO agar vaksin COVID-19 yang diproduksi secara lokal dapat digunakan untuk kepentingan internasional.

Pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Jumat (9/10/20) tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang jumlah dukungan dana yang akan digelontorkan oleh Beijing untuk program tersebut, yang dikenal sebagai COVAX.

Meskipun begitu, Presiden Xi Jinping (习近平) pada Mei 2020 lalu menjanjikan dana sebesar USD 2 miliar (Rp29,4 triliun) selama dua tahun ke depan untuk membantu menangani pandemi yang telah merenggut lebih dari 1 juta nyawa hingga saat ini.

"Kami mengambil langkah konkrit ini untuk memastikan pemerataan distribusi vaksin, terutama ke negara berkembang, dan berharap negara yang lebih mampu juga akan bergabung dan mendukung COVAX," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying (华春莹) dalam pernyataannya.

Inisiatif COVAX bertujuan untuk memberikan setidaknya 2 miliar dosis vaksin COVID-19 pada akhir tahun 2021.

Tiongkok bergabung dengan 168 negara yang telah mengumumkan keikutsertaan mereka dalam COVAX termasuk 76 negara yang kaya dan mandiri. Tetapi baik Amerika Serikat maupun Rusia, tidak bergabung dengan program tersebut.

COVAX dipimpin bersama oleh aliansi vaksin GAVI, WHO dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations; CEPI). Ini dirancang untuk mencegah pemerintah nasional menimbun vaksin COVID-19 dan untuk fokus pada vaksinasi pertama orang-orang yang paling berisiko tinggi di setiap negara.

Hua (华) dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga mengatakan dalam pernyataan hari Jumat (9/10/20) bahwa Tiongkok memiliki kemampuan produksi vaksin COVID-19 yang cukup dan akan memprioritaskan penyediaan negara-negara berkembang ketika vaksin sudah siap.

Tiongkok memiliki setidaknya empat vaksin eksperimental dalam tahap akhir uji klinis - dua dikembangkan oleh China National Biotec Group (CNBG) yang didukung negara, dan dua sisanya masing-masing dari Sinovac Biotech dan CanSino Biologics, sebagaimana dilansir dari Reuters. (*)

Penulis : Isna Fauziah
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Lembaga Brazil Impor Vaksin COVID-19 China yang Semula Ditolak Presiden Bolsonaro

 

logo clock 25-10-2020, 07:01
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

China Punya 220.000 Institusi Layanan Rawat Lansia

 

logo clock 24-10-2020, 12:36
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Pacar Cuek? Ini Tipsnya

 

logo clock 23-10-2020, 13:30
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Ngeri... Inggris Akan Uji Vaksin, Lalu Relawan Sengaja Ditulari COVId-19

 

logo clock 23-10-2020, 13:14
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Setelah Corona, Norovirus Muncul. Bahaya, Tidak? Cek Faktanya...

 

logo clock 23-10-2020, 12:54
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Viral