Fu Cong: Persenjataan China Transparan - Defensif, Bukan Mengancam Nuklir

logo clock 3 Menit logo clock 16-10-2020, 11:43

Fu Cong, Diplomat Perlucutan Senjata Tiongkok - Image from NYT

Beijing, Bolong.id - Diplomat Perlucutan Senjata Tiongkok, Fu Cong (傅聪 ) pada Kamis (15/10/20) menantang klaim Amerika Serikat (AS) tentang transparansi persenjataan nuklir, karena AS sering mengajak Tiongkok bergabung dengan negosiasi trilateral bersama Rusia.

"Dalam perhitungan strategis dan menghindari kesalahan perhitungan, Tiongkok transparan dan dapat diprediksi, karena Tiongkok berjanji tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu, atau mengancam menggunakan senjata nuklir terhadap negara-negara non-senjata nuklir, kata Fu (傅), Kepala Departemen Pengawasan Senjata Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Rusia, Kommersant. 

Karena masalah keselamatan dan keamanan, Tiongkok memodernisasi kapasitas nuklirnya, dan kami berharap masyarakat internasional dapat mengambil pandangan yang tidak memihak pada upaya Tiongkok, kata Fu (傅).

Faktanya, kekuatan nuklir dari nuklir lainnya juga sedang mengalami modernisasi, dan AS bahkan berencana untuk menyuntikkan senilai USD1,2 triliun (Rp17,7 ribu triliun) untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya, katanya.

AS, dengan sekitar 6.000 hulu ledak nuklir, sedang memperluas cakupan pencegahan nuklir, kata Fu (傅), menambahkan bahwa doktrin ini menimbulkan ancaman nyata bagi negara lain.

Fu (傅) menegaskan, Tiongkok tidak akan berpartisipasi dalam negosiasi kontrol senjata trilateral dengan AS dan Rusia untuk memperpanjang New START, perjanjian senjata nuklir andalan antara kedua negara yang akan berakhir Februari 2021 mendatang.

Menekan Tiongkok untuk bergabung dalam negosiasi semacam itu "tidak adil, tidak masuk akal, dan tidak layak," kata Fu (傅), mengingat persenjataan nuklir AS sekitar 20 kali ukuran Tiongkok.

Tiongkok akan "dengan senang hati" berpartisipasi dalam pembicaraan seperti itu dengan AS dan Rusia, tetapi hanya jika AS setuju untuk mengurangi persenjataan nuklirnya ke level Tiongkok, kata Fu (傅). "Tapi kami tahu itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat."

Bagi AS, mendesak Tiongkok untuk terlibat dalam negosiasi trilateral adalah "tidak lain adalah taktik untuk mengalihkan perhatian" dan alasan bagi AS untuk meninggalkan perpanjangan New START.

Fu (傅) menegaskan, Tiongkok tidak menghindar dari proses perlucutan senjata nuklir internasional dan sebenarnya berperan aktif dalam mendorong perlucutan senjata internasional dalam kerangka kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebagaimana dilansir dari CGTN. (*)

Penulis : Isna Fauziah
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Kini China Miliki Perjanjian Ekstradisi dengan 25 Negara

 

logo clock 27-10-2020, 09:28
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

China Warning Amerika, Jual Senjata ke Taiwan Senilai Rp26 Triliun

 

logo clock 27-10-2020, 09:03
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Politisasi Vaksin: Brasil Dapat Rusak Hubungan dengan Beijing

 

logo clock 27-10-2020, 05:06
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Ini Dia Top 5 Universitas Terbaik di China Tahun 2020

 

logo clock 26-10-2020, 18:03
logo clock Baca ini dalam 6 Menit
logo share

Xi Jinping Beri Surat Kepada Siswa dan Guru Seni, Masalah Apa?

 

logo clock 26-10-2020, 18:01
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Viral