KA Qinghai-Tibet Tingkatkan Kesejahteraan Penduduk Dataran Tinggi

logo clock 3 Menit logo clock 08-10-2020, 16:30

Kereta Api Qinghai-Tibet - Image from Sina

Xining, Bolong.id - Kereta Api Qinghai-Tibet, kereta api tertinggi dan terpanjang di dunia, tidak hanya memberikan kemudahan bagi penduduk di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet untuk bepergian, tetapi juga kekayaan yang sangat besar bagi masing-masing mereka.

"Hidup kami banyak berubah sejak kami pindah ke Kotapraja (township) Chaka," kata Shen Deping, seorang penduduk desa Bayin di kotapraja. Bersama dengan penduduk desa lainnya, Shen dan keluarganya pindah ke kota dari daerah pegunungan untuk mengentaskan kemiskinan pada 2016.

"Sebelum pindah ke sini, saya menanam gandum, barley dataran tinggi, dan tanaman lain untuk mencari nafkah. Kami menjalani kehidupan yang sulit," katanya.

Berkat booming pariwisata yang dibawa oleh kereta api, Shen, seperti banyak penduduk desa lainnya, sekarang telah mengucapkan selamat tinggal pada kemiskinan.

Desa Bayin terletak dekat dengan Danau Garam Chaka, sebuah objek wisata populer di Provinsi Qinghai, Tiongkok Barat Laut. Pemerintah daerah juga mendorong penduduk desa untuk menjalankan usaha bisnis hotel dan memberikan subsidi bagi mereka.

Pada 2016, China Railway Qinghai-Tibet Group Co. Ltd. meluncurkan layanan kereta wisata untuk objek wisata tersebut, yang sejauh ini telah melakukan lebih dari 500.000 perjalanan.

Bisnis hotel keluarga Shen sangat populer terutama pada hari libur Nasional dari 1 Oktober hingga 8 Oktober 2020. "Beberapa pelanggan telah memesan pesanan mereka lebih dari sebulan sebelumnya," katanya. Sejak peluncuran layanan kereta api, keluarga tersebut telah melipatgandakan pendapatannya dan dapat memperoleh sekitar CNY300.000 (sekitar USD44.000 atau Rp649 juta) setiap tahun.

"Saya berencana mengembangkan bisnis kami dan mempekerjakan lebih banyak pelayan. Hal ini memungkinkan bagi kami untuk menggandakan pendapatan lagi," kata Shen.

Selain pariwisata, kereta api juga mendorong pengembangan logistik di dataran tinggi. Lebih dari 800 rumah tangga di Desa Sema di Kota Lhasa, Ibu Kota Daerah Otonomi Tibet di Tiongkok Barat Daya, telah mengentaskan kemiskinan pada 2015 berkat industri ini.

"Bahkan tidak ada alat listrik yang layak di rumah saya sebelum rel kereta api dibuka untuk lalu lintas," ujar Nyimatserin, seorang warga desa di Sema.

Pada 2007, desa tersebut mendirikan perusahaan logistik dengan dukungan pemerintah daerah. Dimulai dengan 30 minivan, perusahaan sekarang memiliki lebih dari 100 van besar.

“Pendapatan per kapita penduduk desa meningkat menjadi CNY10.000 (Rp21,6 juta) pada 2018 dari semula CNY2.000 (Rp4,3 juta),” kata Nyimatserin. "Pekerjaan kami di bidang logistik lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi kami juga lebih bahagia dari sebelumnya." (*)

Penulis : Isna Fauziah
Editor : Nurul Diah

Terkait

Dibawah Tekanan, Pendapatan Huawei Naik 9,9%

 

logo clock 24-10-2020, 13:07
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

CIIE ke-3 Munculkan Peluang Bagi Perusahaan Produk Pertanian dan Makanan Global

 

logo clock 24-10-2020, 10:33
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

China dan Ukraina Luncurkan Rute Baru Kereta Barang

 

logo clock 24-10-2020, 07:12
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Setelah COVID-19, Akankah Wuhan Tetap Jadi 10 Kota Teratas di China?

 

logo clock 23-10-2020, 13:32
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Daur Ulang Pakaian Bekas Jadi Tren di China

 

logo clock 22-10-2020, 14:17
logo clock Baca ini dalam 6 Menit
logo share

Viral