Upaya Pengentasan Kemiskinan, China Miliki 285 Juta Pengguna Internet di Pedesaan

logo clock 3 Menit logo clock 08-10-2020, 16:13

Influencer lokal melakukan siaran langsung mempromosikan penjualan pir di Provinsi Guizhou, Tiongkok Barat Daya - Image from CGTN

Guizhou, Bolong.id - Pada Juni 2020, Tiongkok memiliki sekitar 285 juta pengguna internet yang tinggal di daerah pedesaan, terhitung lebih dari 30 persen dari total negara itu, menurut laporan terbaru tentang perkembangan internet Tiongkok.

Jumlah pengguna internet pedesaan di Tiongkok telah tumbuh lebih dari 30 juta sejak Maret 2020, menurut laporan yang dikeluarkan oleh Pusat Informasi Jaringan Internet Tiongkok, mencatat bahwa kesenjangan digital perkotaan-pedesaan telah menyempit secara signifikan.

Laporan tersebut mengatakan, internet memainkan peran yang lebih besar dalam upaya pengentasan kemiskinan di negara itu, dengan partisipasi, kesadaran, serta pengakuan publik atas kampanye yang relevan sedang meningkat.

Dikatakan bahwa hingga Juni 2020, aktivitas terkait, seperti promosi online produk pertanian dari daerah miskin, telah menjangkau 51,5 persen pengguna internet Tiongkok, dan lebih dari 34 persen netizen telah membeli produk tersebut melalui platform online.

Penduduk setempat menjual produk di Desa Yonglian Kota Zhangjiagang, Provinsi Jiangsu, Juni 2020 - Image from CGTN

Sementara itu, laporan tersebut menunjukkan, siaran langsung (live-streaming) e-commerce tumbuh dengan semarak di paruh pertama tahun ini. Hingga Juni 2020, jumlah pengguna siaran langsung e-commerce di Tiongkok telah mencapai 309 juta, naik 16,7 persen dari Maret 2020.

Dengan lebih dari 400.000 siaran langsung yang aktif di industri ini, Tiongkok menyaksikan lebih dari 10 juta aktivitas pemasaran secara siaran langsung pada paruh pertama tahun ini, menarik lebih dari 50 miliar penayangan, ujar laporan itu.

E-commerce yang disiarkan secara langsung memotivasi peningkatan permintaan untuk berbelanja online di antara konsumen yang tinggal di rumah selama epidemi COVID-19, menurut laporan tersebut.

Zhang Jiacheng, 59 tahun, melakukan siaran langsung untuk menjual apel yang ditanam oleh keluarganya di Kota Longnan, Provinsi Gansu - Image from CGTN

Laporan tersebut mencatat,  siaran langsung e-commerce juga diintegrasikan ke dalam upaya Tiongkok dalam pengentasan kemiskinan dan pemulihan ekonomi, mengutip bahwa program siaran langsung amal yang menjual makanan khas lokal dari Provinsi Hubei, yang pernah terpukul parah oleh COVID-19, menghasilkan lebih dari CNY40 juta (sekitar USD5,87 juta atau Rp86,8 miliar) dalam penjualan.

Ini menunjukkan, internet dapat berkontribusi secara signifikan untuk tujuan anti-kemiskinan Tiongkok dengan menyediakan pekerjaan, jaminan sosial, dan informasi layanan medis bagi orang miskin dan memungkinkan anak-anak di daerah yang dilanda kemiskinan untuk mengakses pendidikan yang lebih baik, sebagaimana dilansir dari CGTN. (*)


Penulis : Isna Fauziah
Editor : Nurul Diah

Terkait

2021: Tahun Kerbau Logam, Apa yang Perlu Diperhatikan?

 

logo clock 22-10-2020, 06:18
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Museum Istana China Bawa Pengunjung Rasakan Sensasi VR

 

logo clock 21-10-2020, 15:08
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Seniman Tafsirkan Ulang 'Decameron' untuk Zaman Modern

 

logo clock 21-10-2020, 14:34
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Seniman Tafsirkan Ulang 'Decameron' untuk Zaman Modern

 

logo clock 21-10-2020, 13:45
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Pegunungan Putih Abadi China Jadi Subjek Favorit Para Pelukis

 

logo clock 21-10-2020, 13:27
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Viral