Baca dalam 3 menit

Viral di China, Orang Tua Siswa Harus Tulis Pernyataan, Jika Tidak Cek PR Anaknya

SHARE ARTIKEL



Ilustrasi - Image from CGTN

Jiangxi, Bolong.id - Baru-baru ini, video "Grup Orang Tua Tucao (吐槽家长群)" oleh netizen mengundang perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Banyak netizen yang mengeluh karena biasanya mereka sibuk bekerja, dan kini harus berurusan dengan berbagai tugas yang diberikan kepada orang tua oleh guru di grup orang tua, yang terlalu membuat stres.

Ming memberikan berita viral dengan deskripsi situasi yang dia tulis kepada guru. Foto milik orang yang diwawancarai - Image from The Paper

Pada Rabu (4/11/20), Ny. Ming (明女士) dari Nanchang, Jiangxi, menyampaikan berita kepada The Paper. Katanya, guru meminta orang tua untuk mengoreksi pekerjaan rumah matematika anak-anaknya. Jika tidak, maka ia perlu memberikan pernyataan kepada guru mengenai situasinya, dengan tulisan tangan.

Ming mengeluh bahwa dia adalah keluarga dengan orang tua tunggal, dan biasanya dia baru bisa pulang ke rumah dari pekerjaannya di luar setelah pukul 10 malam. Setelah itu, dia juga akan memperbaiki pekerjaan rumah anak sesuai permintaan guru. "Saya lelah secara fisik dan mental dan tidak dapat melakukan apa yang saya inginkan," ujar Ming.

Menanggapi hal tersebut, guru matematika yang memberikan pekerjaan rumah menjawab bahwa beban kerja guru sudah jenuh pada hari kerja, sehingga orang tua dapat membantu meningkatkan efisiensi dan menghemat waktu.

Ming memberi tahu The Paper bahwa anaknya duduk di kelas tiga sekolah dasar di Nanchang. Pada Selasa sore (3/11/20) waktu setempat, dia diminta oleh guru untuk memberikan pernyataan karena dia tidak menilai PR matematika untuk anaknya.

Pernyataan tersebut menyatakan, “Sangat disayangkan bahwa saya tidak pernah memiliki cukup waktu untuk mengajari anak-anak saya belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah... Keluarga kami adalah keluarga yang sangat istimewa. Saya dapat dikatakan sebagai ayah, dan saya juga membesarkan anak-anak saya sendiri. Bu ... Ini jam 9:18 malam, sedangkan saya masih bekerja di pabrik, dan saya bahkan belum makan malam. Kemarin saya juga bekerja sampai hampir jam 12 malam sebelum menyeret tubuh saya yang lelah kembali ke rumah..."

Pernyataan di bagian akhir berbunyi, “Kakek nenek dari anak tersebut sudah terlalu tua dan memiliki kualifikasi akademis yang rendah, sehingga mereka tidak akan menilai pekerjaan rumah. Makanya saya tidak menilai pekerjaan rumah tadi malam. Mohon maafkan saya, terima kasih.”

Pada Selasa (3/11/20), Du Qiang (nama samaran), seorang guru matematika di kelas anaknya Ming, memberikan pernyataan pada The Paper, "Guru tidak membuat koreksi, tetapi membuat dua kali koreksi. Mereka (orang tua) menilainya lebih dulu, dan saya menilai lagi." ujar Du Qiang, selanjutnya mengatakan bahwa instruksi tulisan tangan juga tidak wajib.

Sebelumnya, Du Qiang berharap orang tua akan memberikannya karena para orang tua diminta untuk memberi tahu apabila ada keadaan khusus di rumah.

"Jika Anda memberi tahu saya sebelumnya, tidak apa-apa. Ada keadaan yang benar-benar istimewa, dan guru kami yang akan mengoreksinya.”

Du Qiang berkata bahwa titik awal bagi orang tua untuk juga mengoreksi pekerjaan rumah siswa adalah dengan meningkatkan efisiensi kerja dan menghemat waktu. “Kalau orang tua juga ikut mengoreksi, saya bisa menggunakan waktu satu kelas untuk mengoreksi pekerjaan rumah. Kalau orang tua tidak benar, saya akan menghabiskan waktu dua kelas. Saya tidak punya waktu untuk melakukan hal lain sama sekali, dan terkadang saya tidak punya waktu untuk ‘minum’."

Pada sore hari di hari yang sama, guru Zhou lainnya, yang bertanggung jawab atas pendaftaran dan hal-hal terkait lainnya, memberi tahu The Paper bahwa titik awal dari permintaan guru tersebut adalah agar orang tua tahu lebih banyak tentang anak-anak mereka. Dari perspektif situasi belajar anak-anak, “Orang tua tidak mengoreksi pekerjaan rumah, dan penjelasan dengan tulisan tangan harus diberikan agar orang tua lebih memerhatikan pendidikan anak-anak mereka."

Guru Zhou mengatakan bahwa informasi yang relevan akan diberikan kepada penanggung jawab sekolah, dan rinciannya perlu diselidiki dan diverifikasi oleh sekolah.

Menurut laporan media, sebelumnya, Hefei, Anhui, Taiyuan, Shanxi, dan tempat lain telah mengeluarkan dokumen yang melarang orang tua untuk mengoreksi pekerjaan rumah, dan dilarang keras untuk mempublikasikan nilai dan peringkat siswa dengan cara apapun. (*)





Terkait

ces 2020

CES ASIA 2020 di Shanghai ditunda!

  • Bolong team
  • 12 Mar 2020

corona

Tiongkok Beri Bantuan Medis, Miris, Saat Warga Jakar

  • Bolong team
  • 19 Mar 2020

berita

Krisis Kepedulian Tanggapi Corona, Anggap Remeh hing

  • Bolong team
  • 19 Mar 2020

berita

Penanganan Virus Corona Tiongkok vs Indonesia

  • Rizal Al Hidayah
  • 20 Mar 2020

berita

Corona Menurun, Tiongkok Pulangkan Tim Medis, Indone

  • Bolong team
  • 20 Mar 2020

berita

Cara Tiongkok Tindak WNA yang Masuk Selama Wabah Cor

  • Bolong team
  • 20 Mar 2020
Logo follow bolong