Baca dalam 3 menit

Web Drama Adaptasi Komik Jepang 'Hikaru no Go', Disukai Netizen China

SHARE ARTIKEL

Web Drama China, Hikaru no Go - Image from GT

Beijing, Bolong.id - Sebuah web drama Tiongkok adaptasi dari manga (komik atau novel grafis) Jepang Hikaru no Go (lit: Hikaru's Go) dipuji netizen Tiongkok. Disebut sebagai adaptasi yang sukses.

Qihun (lit: Chess soul) mendapat rating 7,5 / 10 pada platform ulasan media utama Tiongkok Douban dan telah menjadi topik hangat di Sina Weibo pada Kamis (19/11/20).

Web drama ini didasarkan pada permainan tradisional Go, atau weiqi seperti yang dikenal di Tiongkok, dan menceritakan tentang pemain muda Chinese Go. Komik asli Jepang juga diterima dengan baik dengan lebih dari 25 juta eksemplar beredar dan memenangkan Penghargaan Manga Shogakukan pada 2000 dan Penghargaan Budaya Tezuka Osamu pada 2003.

"Komik itu adalah manga Jepang favorit saya. Saya telah membacanya lebih dari 10 kali sejak saya masih di sekolah menengah. Ketika mendengar tentang akan diadaptasi, saya sangat khawatir hasilnya akan jelek, ternyata itu tidak terjadi," salah satu penggemar setia Tiongkok bermarga Huang mengatakan kepada Global Times pada Kamis (19/11/20).

Ia mengakui bahwa adaptasi tersebut di luar ekspektasinya.

"Produser tidak hanya mempertahankan alur cerita manga dan banyak alur aslinya, menghormati karya aslinya, tetapi juga membuat beberapa perubahan sesuai dengan masyarakat Tiongkok dan perkembangan Go di Tiongkok."

Pujian dari para penggemar tersebut telah digaungkan oleh banyak netizen. Banyak pengguna Sina Weibo yang berkomentar bahwa mereka tidak bisa berhenti menonton drama setelah mengklik episode pertama.

Drama ini juga menarik minat netizen Tiongkok pada permainan papan Go, yang berasal dari Tiongkok.

Selain web drama, dua film Tiongkok sedang diadaptasi dari karya-karya yang didasarkan pada budaya onmyoji Jepang, salah satunya dijadwalkan akan dirilis selama Festival Musim Semi 2021.

Pihak industri telah memerhatikan bahwa produser film dan drama Tiongkok semakin beralih ke sejarah dan karya budaya Jepang untuk adaptasi mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Shi Wenxue, kritikus film yang berbasis di Beijing, mengatakan kepada Global Times pada Kamis bahwa budaya tradisional Jepang sangat terkait dengan budaya Tiongkok, sehingga penonton akan merasakan keintiman saat menonton karya-karya ini.

Keunggulan ini membuat mereka lebih mudah beradaptasi, kata Shi.

Juga karena hubungan ini, peningkatan popularitas budaya tradisional Tiongkok baru-baru ini di kalangan anak muda juga telah meningkatkan permintaan akan karya-karya yang mengandung budaya tradisional Jepang, kata kritikus tersebut.

"Tapi saya berharap lebih banyak kreator yang bisa menggali lebih dalam budaya kita sendiri dan menciptakan karya brilian yang benar-benar orisinal," tambahnya. (*)

Terkait

coronavirus

Penjualan iPhone di Tiongkok bulan Februari Turun 60

  • Bolong team
  • 12 Mar 2020

corona

Tiongkok Beri Bantuan Medis, Miris, Saat Warga Jakar

  • Bolong team
  • 19 Mar 2020

berita

Penanganan Virus Corona Tiongkok vs Indonesia

  • Rizal Al Hidayah
  • 20 Mar 2020

berita

Corona Menurun, Tiongkok Pulangkan Tim Medis, Indone

  • Bolong team
  • 20 Mar 2020

berita

Cara Tiongkok Tindak WNA yang Masuk Selama Wabah Cor

  • Bolong team
  • 20 Mar 2020

berita

Beda Tiongkok dan Indonesia Instruksikan Penutupan W

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020
Logo follow bolong