Baca dalam 3 menit

Begini Kesuksesan Kabupaten Nan'ao Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lewat Pariwisata

Waktu Publish : 31 Jan 2021, 01:23 WIB
SHARE ARTIKEL

Collaboration with Esy Gracia

Keindahan Kabupaten Nan'ao - Image from Gambar diambil dari Internet, jika ada keluhan hak cipta silahkan hubungi kami.


Guangdong, Bolong.id - Telah terjadi perubahan besar dalam kehidupan masyarakat di Kabupaten Nan'ao, sebuah kabupaten kepulauan di provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan. Meningkatnya taraf hidup masyarakat ini terjadi berkat upaya pemajuan industri pariwisata dan integrasinya dengan industri lain seperti pertanian dan olahraga.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Nan'ao telah mengucurkan dana besar untuk membangun atau merenovasi fasilitas layanan publik dan infrastruktur pariwisata. Melansir People.cn (30/1/2021) fasilitas yang dikembangkan berupa koridor tepi laut, dek observasi dan alun-alun umum, serta lebih dari 60 situs bersejarah lokal.

Bisnis penginapan homestay juga kini banyak berkembang di Nan'ao. Tercatat 102 dari 128 wirausahawan yang terdaftar di industri perhotelan menggunakan bentuk penginapan homestay dengan karakter pedesaan. Total kapasitas penginapan ini pun mencapai sekitar 3.000 tempat tidur.

“Bisnis hotel homestay telah membuat perbedaan besar di desa kami. Dengan menyewakan halaman rumah yang tidak mereka gunakan untuk operator hotel homestay bermerek, penduduk desa dapat menerima pendapatan sekitar 20.000 yuan (sekitar $ 3.096) hingga 30.000 yuan per tahun, ” kata Xue Hedi, sekretaris cabang partai dan kepala komite desa Houlan, Kabupaten Nan'ao.

Untuk merangsang pasar pariwisata ketika low season, Kabupaten Nan'ao pun secara aktif mengadakan acara olah raga untuk menarik wisatawan sekaligus mewujudkan rencana pembangunan terpadu pariwisata dan olahraga. Dengan ombak yang bergelombang dan garis pantai yang panjang, Teluk Qing'ao di daerah Nan'ao secara bertahap telah dikembangkan menjadi resor wisata terkenal untuk berselancar.

Pada tahun 2019, daerah Nan'ao menyelenggarakan lima acara olahraga profesional internasional dan domestik, seperti kejuaran selancar tingkat Asia dan nasional. Selain itu, ada pula lebih dari 20 acara olahraga masal, seperti mendaki gunung dan balapan. Hasilnya, lebih dari 1.800 atlet dan pelatih profesional serta 400.000 penonton dari seluruh dunia menghadiri berbagai acara ini, menjadikan acara olahraga sebagai kartu as pariwisata Nan'ao.

Kabupaten Nan'ao menerima lebih dari 7,7 juta wisatawan dan memperoleh pendapatan pariwisata komprehensif sebesar 2,36 miliar yuan di tahun 2019. Di tahun itu, pendapatan siap pakai per kapita penduduk desa di Kabupaten Nan'ao mencapai 13.400 yuan, naik 44,83% dari 2015.

Kemajuan kehidupan masyarakat juga terjadi di Desa Houhuayuan, sebuah desa pegunungan yang terletak di titik tertinggi Pulau Nan'ao. Desa yang tadinya terbelakang itu kini memiliki arus pengunjung yang tak ada habisnya di jalan yang beraspal rapi di sekitar rumah-rumah kokoh.

"Desa kami hanya memiliki satu jalan yang buruk dan sampah rumah tangga hanya menumpuk di tanah," kenang Yu Zehui, seorang penduduk desa, ketika membandingkan keadaan desanya dulu dan sekarang. Ia pun menambahkan bahwa ia, seperti banyak penduduk desa lainnya, memilih menjadi pekerja migran karena tidak ingin menetap di desa.

Sebuah Resort di Houhuayuan - Image from Dari berbagai sumber. Segala keluhan terkait gambar dapat menghubungi kami.

Terletak jauh di pegunungan kabupaten Nan'ao, desa Houhuayuan dulu dihuni oleh kurang dari 300 orang dari 69 rumah tangga dan telah lama mengalami keterbelakangan ekonomi karena transportasi yang buruk.

Untungnya, pada 1 Januari 2015, Jembatan Nao'ao dibuka untuk lalu lintas, sehingga memudahkan wisatawan untuk masuk ke kabupaten pulau sekaligus menawarkan kesempatan besar bagi desa Houhuayuan untuk mengembangkan pariwisata dengan memanfaatkan keuntungan geografisnya sebaik mungkin.

“Penduduk di desa Houhuayuan memiliki sejarah panjang dalam menanam teh, jadi kami membangun beberapa fasilitas wisata di dekat kebun teh, seperti jalan dan paviliun wisata. Sekarang wisatawan tidak hanya dapat menikmati pemandangan yang indah, tetapi juga menikmati teh dan makanan rumahan di sini, ”kata Yu Yuanzheng, sekretaris cabang partai di desa tersebut.

Selain jalan dan paviliun wisata, dek observasi yang dibangun oleh desa Houhuayuan di atas gunung di belakang desa juga populer di kalangan wisatawan. Di tempat itu, pengunjung akan dimanjakan oleh pemandangan spektakuler Teluk Shen'ao. Tak heran tempat ini menjadi spot foto turis.

Berkat pariwisata, pendapatan per kapita desa Houhuayuan telah meningkat dari 5.300 yuan di tahun 2012 menjadi 16.000 yuan di tahun 2019. Pendapatan kolektif desa melonjak dari 50.000 yuan menjadi lebih dari 500.000 yuan. Yu pun mengaku, bahkan meski menderita kerugian yang cukup besar karena pandemi COVID-19 di tahun 2020, desa Houhuayuan masih memiliki pendapatan kolektif lebih dari satu juta yuan.

Setelah melihat perubahan positif di kampung halamannya, Yu Zehui kembali ke kampung halamannya dan menanam teh di kebun seluas 6.667 meter persegi. "Kebun teh saya menghasilkan 1.500 kg teh setiap tahun, dan setengahnya dijual kepada wisatawan," sambungnya. (*)

Agi Widjaya/Penerjemah

Esy Gracia/Penulis



Terkait

news

Cara Tiongkok Tindak WNA yang Masuk Selama Wabah Corona, Bag...

  • Isfatu Fadhilatul
  • 20 Mar 2020

news

Beda Tiongkok dan Indonesia Instruksikan Penutupan Wisata Se...

  • Isfatu Fadhilatul
  • 21 Mar 2020

technology

Kemajuan Tiongkok Jadi Kunci Kemenangan Melawan Corona 

  • Dian Aprilia
  • 20 Mar 2020

technology

Teknologi Hebat Tiongkok yang Digunakan di Indonesia 

  • Dian Aprilia
  • 21 Mar 2020

news

Kisah-kisah Warga Indonesia di China Selama Corona

  • Isfatu Fadhilatul
  • 21 Mar 2020

news

Tips Sukses Nanjing, Tiongkok Turunkan Kasus Covid-19 Hingga...

  • Dian Aprilia
  • 21 Mar 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong