Baca dalam 3 menit

Shanghai Ingin Lakukan Transformasi Digital

SHARE ARTIKEL

Shanghai Ingin Lakukan Transformasi Digital - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Shanghai, Bolong.id - Pemerintah Shanghai telah mengeluarkan rencana transformasi digital, yang menjadikan kota global untuk digitalisasi pada tahun 2035, lapor Economic Daily.

Menurut dokumen yang diterbitkan oleh pemerintah Shanghai pada awal Januari, transformasi digital Shanghai ini akan membuat kota itu memperoleh pencapaian luar biasa pada tahun 2025. Selain itu, rencana ini dapat membangun kerangka dasar guna mencapai tujuan Shanghai sebagai ibu kota global untuk digitalisasi. Pada tahun 2035, kota ini direncanakan akan menjadi ibu kota digital dengan pengaruh global.

“Digitalisasi ekonomi membentuk pasokan baru, digitalisasi kehidupan memenuhi permintaan baru, dan digitalisasi tata kelola mengoptimalkan lingkungan baru,” kata Walikota Shanghai Gong Zheng, yang menambahkan bahwa transformasi digital akan memperkuat vitalitas kota, dilansir dari China Daily, Rabu (13/1/2021).

Dalam beberapa tahun terakhir, Shanghai mencapai hasil luar biasa dalam ekonomi daring dengan ekonomi digital menyumbang lebih dari 50 persen PDB. Dalam hal digitalisasi ekonomi, Shanghai akan mempercepat pembangunan klaster industri digital kelas dunia dalam sirkuit terintegrasi dan memanfaatkan kecerdasan buatan, serta berupaya membangun kota itu menjadi hub utama dalam jaringan ekonomi digital global.

Sementara itu, infrastruktur baru adalah salah satu fondasi terpenting dari digitalisasi ekonomi. Tahun lalu, Shanghai meluncurkan 48 proyek utama dalam infrastruktur baru dengan total investasi 270 miliar yuan (sekitar Rp587,92 triliun).

Menurut Zhang Ying, wakil direktur dari Komisi Ekonomi dan Informasi Shanghai, kota modern Tiongkok ini juga akan mempromosikan transformasi digital di bidang ekonomi, lebih memperkuat pengembangan industri internet dan melakukan pembangunan 100 pabrik pintar.

Dalam hal digitalisasi kehidupan, Shanghai akan mengembangkan skenario aplikasi untuk transformasi digital, memandu entitas pasar untuk berpartisipasi dalam transformasi digital, dan menciptakan "visi baru" yang inklusif untuk kehidupan digital.

Misalnya, kota itu akan membangun sumber daya pendidikan digital, meningkatkan layanan untuk rumah sakit berbasis internet, telemedicine dan perawatan lansia cerdas. Di sisi lain, akan mempromosikan peningkatan fasilitas museum, galeri seni dan tempat wisata, serta membantu para manula dan penyandang disabilitas untuk mengatasi kesenjangan digital demi mewujudkan transformasi digital.

Dalam hal digitalisasi tata kelola, Shanghai akan membangun tata kelola digital dan paradigma baru untuk kota-kota besar sekaligus meningkatkan efisiensi. Saat ini, Government Online-Offline Shanghai, platform layanan publik online-offline satu atap yang diluncurkan oleh kota itu, menangani rata-rata 120 ribu pengajuan setiap harinya, dengan rasio pemrosesan secara daring sebesar 50 persen.

Terkait

berita

Beda Tiongkok dan Indonesia Instruksikan Penutupan W

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

berita

Shanghai: Tingkat Tanggap Darurat Turun ke Level II

  • Bolong team
  • 23 Mar 2020

kesehatan

Ke Gym di Shanghai Harus Pakai Masker? Kok repot, si

  • Bolong team
  • 01 Apr 2020

berita

Kopi Gratis di Tengah COVID-19, Terasa Hangat Sekali

  • Bolong team
  • 04 Apr 2020

berita

Shanghai Laporkan 60 Kasus COVID-19 Pada Penerbangan

  • Bolong team
  • 13 Apr 2020

bisnis

Shanghai, Salah Satu Kota Paling Konsumtif. Kenapa?

  • Bolong team
  • 25 Apr 2020
Logo follow bolong