Jack Ma dan Masayoshi Son Mengundurkan Diri Berbarengan, Ada Apa?

logo clock 4 Menit logo clock 27-06-2020, 11:37

Jack Ma dan Masayoshi Son Saling Mengundurkan Diri, Ada Apa? - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id - Masayoshi Son (孙正义), milyader keturunan Korea-Jepang pendiri SoftBank Group (软银集团), mengumumkan pada pertemuan pemegang saham tahunan pada hari Kamis (25/6/2020) lalu bahwa sejak hari Kamis, ia akan keluar dari dewan direksi Alibaba Group (阿里巴巴集团). "Sebagai direktur, saya telah “lulus” dari Alibaba," ungkap Masayoshi Son, melansir dari Financial Times.

Pada saat yang sama, hari Kamis juga merupakan hari terakhir Jack Ma (马云) menjabat sebagai direktur SoftBank Group (软银集团), posisi yang telah dipegangnya selama 13 tahun. Pada 18 Mei lalu, SoftBank Group (软银集团) mengumumkan bahwa pendiri Alibaba (阿里巴巴), Jack Ma (马云), akan mengundurkan diri sebagai direktur SoftBank Group (软银集团) pada 25 Juni. Masayoshi Son mengatakan bahwa pengunduran dirinya sama dengan pengunduran diri Jack Ma (马云) dari dewan direksi SoftBank (软银), menunjukkan bahwa pengunduran diri tersebut bukan berarti terdapat perbedaan di antara keduanya. 

Pada pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam, Masayoshi Son mengatakan bahwa nilai ekuitas SoftBank (软银) telah kembali ke tingkat sebelum merebaknya wabah COVID-19, sebagian karena terjadinya peningkatan nilai saham Alibaba (阿里巴巴). Melansir dari cfcnews.com,  pada tahun 2000, SoftBank (软银) menginvestasikan 20 juta dolar AS atau sekitar 287 milyar rupiah di Alibaba (阿里巴巴), yang saat itu baru berumur satu tahun. Saat ini, investasi ini bernilai lebih dari 150 miliar dolar AS atau sekitar 2.152 triliun rupiah. Investasi ini juga merupakan investasi SoftBank (软银) yang paling berharga sepanjang masa.

Pada bulan Desember 2019, Masayoshi Son mengulas tentang berinvestasi di Alibaba (阿里巴巴) dalam sebuah dialog di Universitas Tokyo: Jack Ma (马云) berbeda dari semua pengusaha yang ia pernah temui. Dia tidak berbicara tentang model bisnis atau uang. “Dia hanya mengatakan visinya, saya bisa merasakan tekad dan semangatnya. Lima menit kemudian, saya berkata saya mengerti bahwa Anda ingin mengubah dunia."

Dalam beberapa tahun terakhir, investasi SoftBank Group (软银集团) telah mengalami kemunduran besar. Di antaranya, lebih dari AS $ 10 miliar (sekitar Rp 143 triliun) telah diinvestasikan di Wework, perusahaan bersama AS terkemuka, tetapi rencana pendaftaran Wework telah gagal yang mengakibatkan kerugian besar bagi SoftBank (软银). Pada tanggal 18 Mei, laporan keuangan tahunan yang dirilis oleh SoftBank (软银) menunjukkan bahwa kerugian operasi SoftBank (软银) pada tahun 2019 adalah 12,7 miliar dolar AS atau sekitar 1.822 triliun rupiah. Menanggapi krisis ini, Masayoshi Son mengusulkan untuk menjual sahamnya di T-Mobile dan Alibaba (阿里巴巴), masing-masing mengumpulkan AS $ 20 miliar (setara dengan Rp 287 triliun) dan AS $ 11,5 miliar (setara dengan Rp 165 triliun) untuk membeli kembali saham SoftBank (软银) dan mengurangi tanggungan hutang. Saat ini, sebagian besar transaksi penjualan telah selesai. Son mengatakan bahwa dia yakin akan kemampuannya dan akan terus menjadi CEO SoftBank Group (软银集团) dalam tujuh hingga delapan tahun ke depan.


Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Edwin Adriaansz

Terkait

Dibawah Tekanan, Pendapatan Huawei Naik 9,9%

 

logo clock 24-10-2020, 13:07
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

CIIE ke-3 Munculkan Peluang Bagi Perusahaan Produk Pertanian dan Makanan Global

 

logo clock 24-10-2020, 10:33
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

China dan Ukraina Luncurkan Rute Baru Kereta Barang

 

logo clock 24-10-2020, 07:12
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Setelah COVID-19, Akankah Wuhan Tetap Jadi 10 Kota Teratas di China?

 

logo clock 23-10-2020, 13:32
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Daur Ulang Pakaian Bekas Jadi Tren di China

 

logo clock 22-10-2020, 14:17
logo clock Baca ini dalam 6 Menit
logo share

Viral