Baca dalam 3 menit

Dua Orang Ditangkap Lagi di HK Karena Dicurigai Berkolusi dengan Pasukan Asing

SHARE ARTIKEL

Wilson Li, Terduga Berkolusi dengan Pihak Asing - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Hong Kong, Bolong.id - Menyusul penangkapan Jimmy Lai, tokoh kunci anti-pemerintah dan pendiri tabloid separatis Apple Daily, Kepolisian Hong Kong juga menahan separatis Wilson Li dan Andy Li pada hari Senin (10/8/2020) karena mempromosikan apa yang disebut dengan "Memihak Hong Kong" dalam slogan yang menghasut pemisahan diri.

Wilson Li, seorang pekerja lepas ITV dan mantan anggota kelompok separatis Scholarism dan Andy Li, Ketua Misi Pengamatan Pemilu Independen untuk Hong Kong serta selaku pendiri "Hong Kong Story" ditangkap pada Senin (10/8/2020) sore hari waktu setempat.

Outlet media lokal memberitakan bahwa keduanya diduga bertanggung jawab atas beroperasinya grup daring, Lanchao, dengan slogan "Memihak Hong Kong" yang kabarnya menerima dana asing untuk mendukung kampanye separatisnya, terutama dari pemerintah AS, hingga bulan Juni 2020.

Menurut situs penggalangan dana, kelompok itu "secara tidak sengaja" mengirimkan surat kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Anggota Lanchao yang berada di luar negeri, baru-baru ini juga bergabung dengan Inter-Parliamentary Coalition on China Policy (IPAC). Dilansir dari Global Times, IPAC dibentuk oleh sekelompok anggota parlemen Barat pada bulan Juni 2020 dan bertujuan untuk menghadapi kekuatan geopolitik Tiongkok yang berkembang di tengah kekhawatiran internasional atas keputusannya dalam menerapkan UU Keamanan Nasional di Hong Kong, serta kritik terhadap Tiongkok atas pandemi COVID-19.

Pada November tahun 2019 lalu, "Hong Kong Story", organisasi pro-pemisahan diri lainnya, bahkan mengundang 19 pakar asing dari 10 negara untuk membentuk tim pemantau guna mengamati pemilihan Dewan Distrik di Hong Kong dan berkomunikasi dengan para kandidat.

Andy Li, seorang anggota "Hong Kong Story", menggambarkan kerusuhan di Hong Kong sebagai "bencana kemanusiaan" dan meminta bantuan dari komunitas internasional untuk menekan pemerintah Tiongkok.

Pada 24 November 2013, Wilson Li yang saat itu merupakan anggota Scholarism terlibat dalam penyerangan terhadap polisi ketika Kepala Eksekutif Leung Chun-ying menghadiri forum konsultasi distrik tentang Alamat Kebijakan dan Anggaran di Sekolah Menengah Pemerintah Shatin. Li mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman 80 jam pelayanan masyarakat pada 7 Januari 2016.

Pada 20 Maret 2016, Scholarism mengumumkan pembubarannya. Pada November 2019, Li dan 12 asisten lainnya secara permanen dilarang dari Gedung Dewan Legislatif dan masuk daftar hitam Komisi Dewan Legislatif.

Sementara itu, pada hari Senin (10/8/2020) pukul 10 malam waktu setempat, setidaknya 10 orang ditangkap, termasuk Lai, kedua putranya dan pejabat senior Next Media, karena dicurigai berkolusi dengan pasukan asing dan melanggar hukum keamanan nasional. (*)


Terkait

berita

Pintu Perbatasan Ditutup, Berbondong-bondong Orang H

  • Bolong team
  • 31 Mar 2020

bisnis

Tingkat Pengangguran di Hong Kong Makin Tinggi!

  • Bolong team
  • 21 Apr 2020

berita

Enak Sekali, Hong Kong Bagikan Masker Secara Gratis

  • Bolong team
  • 06 May 2020

berita

Tiongkok akan Bahas Undang-undang Khusus untuk Hong

  • Bolong team
  • 22 May 2020

berita

Tiongkok Keluarkan Hukum Keamanan Nasional Baru Untu

  • Bolong team
  • 23 May 2020

berita

Siapa Saja Sih yang Bertugas Menjaga Keamanan Nasion

  • Bolong team
  • 23 May 2020
Logo follow bolong