Baca dalam 3 menit

WeChat Dilarang di AS Mulai 20 September 2020

SHARE ARTIKEL

Apabila WeChat Dilarang AS, Apa yang Akan Terjadi? - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Perintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 6 Agustus 2020 melarang WeChat dan TikTok di AS, berdalih "memungkinkan Partai Komunis Tiongkok mengakses informasi pribadi orang Amerika".

Ini menyiratkan bahwa, penggunaan aplikasi tersebut dilarang, tetapi tidak jelas seberapa sempit atau luas definisi "transaksi" dalam perintah tersebut. 

Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross menjelaskan: "akan mengidentifikasi transaksi" WeChat, mulai berlaku pada 20 September 2020, atau 45 hari setelah perintah dikeluarkan.

Administrasi Trump sebelumnya juga telah meminta penghapusan aplikasi ini dari platform AS seperti Apple Store dan Google Play.

WeChat adalah platform perpesanan utama yang digunakan di Tiongkok, di mana alternatif aplikasi serupa asal Barat seperti Facebook, WhatsApp, dan Telegram tidak tersedia di sana.

Para penggunanya di AS sebagian besar adalah anggota diaspora atau perusahaan Tiongkok yang menggunakannya untuk tetap berhubungan dengan teman, keluarga, dan kontak bisnis di Tiongkok. 

Meskipun tidak ada data tentang seberapa banyak pengguna WeChat di AS, aplikasi tersebut melampaui 1,2 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia pada akhir Maret 2020, hampir setengah dari jumlah pengguna Facebook, dilansir dari South China Morning Post.

Juga tidak pasti bagaimana AS dapat menghentikan orang yang telah mengunduh aplikasi tersebut untuk terus menggunakan fungsi perpesanannya, karena VPN akan memungkinkan orang untuk menghindari batasan apa pun.

Namun, fungsi WeChat tidak terbatas hanya dalam lingkup komunikasi saja, aplikasi ini memainkan peran penting dalam kehidupan komersial sehari-hari di Tiongkok karena adanya WeChat Pay, layanan pembayaran seluler yang merupakan salah satu cara pembayaran yang paling banyak digunakan di Tiongkok.

Pada 2017, Tencent meluncurkan WeChat Pay di AS melalui kemitraan dengan perusahaan rintisan Silicon Valley, Citcon, untuk memungkinkan pengunjung dari Tiongkok menggunakannya di AS.

Dampak larangan tersebut diperkirakan akan terus berlanjut karena perintah tersebut juga dapat melarang transaksi yang berkaitan dengan perusahaan induk WeChat, Tencent. Masih harus dilihat sejauh mana ini akan meluas, tetapi Tencent telah berinvestasi di banyak perusahaan AS, termasuk Uber, Tesla, dan Spotify. Perusahaan ini juga mengoperasikan game-game besar termasuk game populer seperti PUBG Mobile dan League of Legends.

Perintah Trump mengutip Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional, undang-undang tahun 1977 yang memungkinkannya untuk menyatakan keadaan darurat nasional, di mana dia memiliki "kewenangan luas" untuk mengatur transaksi asing. 

Tertapi, larangan tersebut membuka kemungkinan adanya gugatan hukum dari Tencent atau perusahaan yang terkena dampak larangan tersebut, misalnya mereka yang memiliki investasi di perusahaan Tiongkok.

Sementara itu, Beijing mengutuk larangan tersebut, tetapi belum mengumumkan tindakan balasan apa pun. (*)

Terkait

berita

Cara Tiongkok Tindak WNA yang Masuk Selama Wabah Corona, Bag...

  • Bolong team
  • 20 Mar 2020

berita

Beda Tiongkok dan Indonesia Instruksikan Penutupan Wisata Se...

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

teknologi

Kemajuan Tiongkok Jadi Kunci Kemenangan Melawan Corona 

  • Bolong team
  • 20 Mar 2020

teknologi

Teknologi Hebat Tiongkok yang Digunakan di Indonesia 

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

berita

Kisah-kisah Warga Indonesia di China Selama Corona

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

berita

Tips Sukses Nanjing, Tiongkok Turunkan Kasus Covid-19 Hingga...

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020
Logo follow bolong