Banyak COVID-19 Asal Filipina, Penerbangan Manila-Shanghai Ditangguhkan

logo clock 3 Menit logo clock 19-09-2020, 12:55

Banyak Kasus COVID-19 Asal Filipina, Penerbangan Manila-Shanghai Ditangguhkan - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Shanghai, Bolong.id - China Eastern Airlines mengumumkan pada Jumat (18/9/2020) akan menangguhkan penerbangan MU211 dan MU212 antara Shanghai dan Manila, Filipina. Pengumuman tersebut akan efektif pada hari yang sama setelah Shanghai melaporkan 12 kasus impor COVID-19, sembilan dari Filipina, dua dari Jamaika dan satu dari India.

Ini adalah "pemutus sirkuit" penerbangan internasional terbaru yang akan dipicu karena Tiongkok berupaya mencegah kasus impor COVID-19 memasuki negara itu, dilansir dari Global Times, Sabtu (19/9/2020).

Regulator penerbangan sipil Tiongkok, Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok, pada 4 Juni 2020 lalu memperkenalkan sistem insentif dan langkah-langkah "pemutusan sirkuit" pada penerbangan masuk. Apabila jumlah penumpang yang dites positif untuk pengujian asam nukleat COVID-19 setelah masuk mencapai lima kasus pada penerbangan yang sama, penerbangan akan ditangguhkan selama satu minggu, dan jika jumlahnya mencapai sepuluh kasus, penerbangan akan ditangguhkan selama empat minggu.

China Eastern Airlines mengumumkan akan terus mengawasi risiko kemungkinan kasus impor pada penerbangan terkait dan membuat penilaian yang bijaksana. Penerbangan tidak akan dilanjutkan sampai semua risiko dikendalikan, menurut pihak maskapai penerbangan.

Sementara itu, Filipina melaporkan total 279.526 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi pada Jumat (18/9/2020), dengan 3.257 kasus baru pada hari tersebut, menurut departemen kesehatan setempat.

Kedutaan Besar Tiongkok di Filipina pada hari Rabu (16/9/2020) melaporkan bahwa dua warga Tiongkok yang kembali dari Filipina berbohong tentang gejala COVID-19 mereka dan tes menunjukkan hasil positif sebelum menaiki penerbangan kembali ke Tiongkok. Kedua warga bermarga Tang dan Yu tersebut membuat laporan tes asam nukleat negatif, tetapi kemudian didiagnosa dengan COVID-19 setelah mereka tiba di Tiongkok, ungkap pihak kedutaan melalui akun WeChat resmi mereka pada hari Rabu (16/9/2020).

Kedutaan telah memeriksa kembali hasil tes mereka dan menemukan bahwa mereka telah memalsukan laporan pengujian mereka di Filipina, mengubah laporan tersebut dari positif menjadi negatif sehingga mereka bisa mendapatkan izin untuk terbang kembali ke Tiongkok.

Pihak kedutaan juga telah menginformasikan insiden terkait kepada departemen keamanan publik Tiongkok, dan menyebutkan bahwa mereka yang terlibat dalam pemalsuan hasil tes COVID-19 akan diselidiki untuk dipertanggungjawabkan menurut hukum yang berlaku.

Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Politisasi Vaksin: Brasil Dapat Rusak Hubungan dengan Beijing

 

logo clock 27-10-2020, 05:06
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Ini Dia Top 5 Universitas Terbaik di China Tahun 2020

 

logo clock 26-10-2020, 18:03
logo clock Baca ini dalam 6 Menit
logo share

Xi Jinping Beri Surat Kepada Siswa dan Guru Seni, Masalah Apa?

 

logo clock 26-10-2020, 18:01
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Xi Jinping: Ekonomi China Tetap Tangguh Meski Dilanda Risiko Eksternal

 

logo clock 26-10-2020, 13:28
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

9 Hari Terakhir, Taiwan Laporkan Pesawat China Masuki Wilayahnya 46 Kali

 

logo clock 26-10-2020, 13:25
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Viral