Mengapa PSBB Perlu Diberlakukan Lagi di Jakarta?

logo clock 4 Menit logo clock 11-09-2020, 09:30

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Beberapa pihak tidak menyetujui diberlakukannya kembali PSBB ketat di DKI Jakarta. Namun, mengapa pemerintah daerah tetap ingin memberlakukan kembali PSBB yang akan mengancam jalur perekonomian warganya?

Banyak yang menjadi pertimbangan mengapa PSBB ketat ini akan diberlakukan kembali meski mendapat penolakan dari berbagai pihak, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah kasus aktif COVID-19 yang terus mengalami kenaikan.

Kasus aktif adalah orang yang positif COVID-19 serta masih menjalani isolasi dan perawatan, dan belum dinyatakan sembuh. Angka kasus aktif penting menjadi perhatian karena terkait fasilitas kesehatan di Jakarta. Di Jakarta, kasus positif terus mengalami kenaikan kecuali pada bulan Juni lalu.

Jumlah Kasus Aktif di Jakarta yang Terus Meningkat - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

  1. Meski jumlah kematian tetap rendah, tetapi secara absolut jumlahnya terus bertambah.

"Sampai dengan saat ini ada 1.147 saudara-saudara kita yang ada di Jakarta yang telah wafat akibat COVID-19. Memang melihat angka kematian COVID-19 atau case fatality rate sesungguhnya tingkat kematian COVID di Jakarta memang rendah, yaitu 2,7 persen. Rendah dari tingkat kematian nasional di angka 4,1 persen, bahkan global 3,3 persen," kata Anies dalam tayangan YouTube Pemprov DKI, Rabu (9/9/2020).

Namun, secara absolut jumlah kematian akibat COVID-19 ini terus bertambah dengan cepat.

Grafik Kematian Akibat COVID-19 di Jakarta - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

  1. Layanan pemakaman dengan protokol COVID-19 pun meningkat.

Angka pemakaman dengan protokol COVID-19 juga semakin meningkat. Artinya, ada semakin banyak kasus probable yang meninggal yang harus dimakamkan dengan protokol COVID-19 sebelum sempat keluar hasil positif COVID-19. Kasus probable adalah kasus yang hasilnya belum keluar namun menunjukkan gejala-gejala kuat COVID-19.

Layanan Pemakaman Menggunakan Protokol COVID-19 - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

  1. Bila tidak ada “rem” darurat, kapasitas ruang isolasi rumah sakit akan penuh pada 17 September.

Perkiraan, bila “rem” darurat tidak diterapkan, dalam waktu kurang dari satu minggu (pada 17 September) untuk mencapai kapasitas tempat tidur isolasi terisi penuh dan setelah tanggal 17 September 2020, pasien COVID-29 kemungkinan tidak tertampung. Jumlah pasien aktif diperkirakan akan mencapai 4.807 pada 6 Oktober 2020, padahal kapasitas 4.807 tempat tidur isolasi baru bisa terpenuhi pada 8 Oktober 2020.

Grafik Kapasitas Ruang Isolasi di Rumah Sakit - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

  1. Bila tidak ada “rem” darurat, kapasitas ICU hanya cukup untuk 4 hari kedepan.

Dalam 4 hari atau pada 15 September 2020, kapasitas tempat tidur ICU berjumlah 528 tempat tidur diperkirakan akan terisi penuh. Setelah tanggal 15 September 2020, pasien COVID-19 yang membutuhkan ICU kemungkinan tidak tertampung. Jumlah pasien ICU juga diperkirakan akan mencapai 636 pada 15 September 2020, padahal kapasitas 636 tempat tidur ICU baru bisa terpenuhi pada 8 Oktober 2020.

Grafik Kapasitas Ruang ICU di Rumah Sakit - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Ternyata Norovirus Juga Muncul di Indonesia

 

logo clock 22-10-2020, 06:18
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Setahun Kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf Amin, Masa yang Berat Akibat Pandemi COVID-19

 

logo clock 20-10-2020, 16:51
logo clock Baca ini dalam 9 Menit
logo share

Waspada Penipuan Layanan Online Selama PSBB, Simak Tipsnya

 

logo clock 19-10-2020, 13:59
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Perhatikan Hal Berikut Sebelum Ajukan Pinjaman Online

 

logo clock 18-10-2020, 11:13
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Beredar Mitos dan Hoaks Seputar Vaksin COVID-19, Pemerintah Berikan Imbauan Ini

 

logo clock 17-10-2020, 17:14
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Viral