Wang Yi: Bukan Kami yang Awali Tingkatkan Sengketa Perbatasan India-Tiongkok

logo clock 3 Menit logo clock 02-09-2020, 11:55

Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Paris, Bolong.id - Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi (王毅) menekankan bahwa Tiongkok selalu berkomitmen menjaga stabilitas di sepanjang perbatasan Tiongkok-India dan tidak akan menjadi yang pertama memperumit atau memperburuk situasi di sana.

Selama kunjungannya ke Prancis pada hari Minggu (30/8/2020), Wang menyampaikan pidato di Institut Hubungan Internasional Prancis dan menjawab pertanyaan tentang hubungan Tiongkok-India. Ia mengatakan Tiongkok siap untuk mengelola semua jenis masalah melalui dialog dengan India, dilansir dari laman Global Times, Rabu (2/9/2020).

"Tiongkok menjalankan kebijakan bertetangga dan persahabatan yang baik. Kami berharap untuk hidup dalam stabilitas jangka panjang dan persahabatan dengan semua tetangga kami," kata Wang, mencatat bahwa Tiongkok memiliki lebih banyak tetangga daripada negara lain di dunia.

Ia juga mengatakan bahwa Tiongkok siap bekerja dengan negara-negara tetangganya untuk menyelesaikan masalah yang tersisa melalui konsultasi persahabatan dalam semangat membangun persahabatan dan kemitraan.

Terkait sengketa perbatasan Tiongkok-India baru-baru ini, Wang mengatakan bahwa Tiongkok selalu berkomitmen untuk menjaga stabilitas di sepanjang perbatasan dengan India dan tidak akan menjadi yang pertama memperumit atau memperburuk situasi.

Perbatasan antara Tiongkok dan India belum jelas, sehingga menimbulkan masalah sengketa wilayah. Wang mengungkapkan jika Tiongkok akan dengan tegas menjaga kedaulatan dan integritas teritorialnya, dan "kami siap untuk mengelola semua jenis masalah melalui dialog dengan pihak India," tambahnya.

Sementara itu, Komando Teater Barat Tiongkok mengatakan bahwa pasukan India sekali lagi melintasi Garis Kontrol Aktual (Line of Actual Control; LAC) di dekat tepi selatan Danau Pangong dan jalur gunung Reqin secara ilegal pada hari Senin (31/8/2020). Ini disebut Tiongkok sebagai sebuah langkah provokatif secara terang-terangan yang melanggar kedaulatan teritorial Tiongkok, dan merusak perdamaian dan stabilitas di wilayah perbatasan Tiongkok-India.

Di sisi lain, Wang Yi juga menjelaskan bahwa Tiongkok bersedia memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan dengan India untuk membantu mempercepat perkembangan kedua negara. "Jika Tiongkok dan India dapat berkembang, 2,7 miliar orang di kedua negara akan bersama-sama menuju modernisasi yang akan menjadi pemandangan spektakuler yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kemajuan umat manusia. Saya berharap India dapat melihat dan menangani masalah dari perspektif ini," ungkap Wang.

Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

China Serukan Kemajuan Keterbukaan Pendidikan

 

logo clock 25-10-2020, 13:49
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

AS Terus Salahkan China Atas Virus, China Siap Balas Jika Dirugikan

 

logo clock 25-10-2020, 07:01
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Diserang Perwakilan AS untuk PBB, China Respon Begini...

 

logo clock 25-10-2020, 06:48
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Kemenlu China: Pekerja Xinjiang Bukan Kerja Paksa

 

logo clock 24-10-2020, 17:32
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Inggris Ungkap Rincian Visa BNO yang Kontroversial untuk Penduduk HK

 

logo clock 24-10-2020, 17:32
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Viral