Masalah HK dan Xinjiang, 70 Negara Dukung China di Sidang Umum PBB

logo clock 4 Menit logo clock 08-10-2020, 12:07

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id - Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan bahwa Tiongkok telah menerima dukungan dari sekitar 70 negara atas sikap dan kebijakan terkait masalah Hong Kong dan Xinjiang di Komite Ketiga Sidang Umum PBB ke-75.

"Tiongkok dengan tegas menentang siapa pun, negara mana pun, atau kekuatan apa pun yang menciptakan ketidakstabilan, pemisahan diri atau kerusuhan di Tiongkok, dan kami juga dengan tegas menentang manipulasi politik pada masalah yang terkait dengan Hong Kong dan Xinjiang serta campur tangan dalam urusan dalam negeri Tiongkok," pungkas juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying (华春莹), pada hari Rabu (7/10/2020).

Pakistan membuat pernyataan bersama tentang masalah terkait Hong Kong atas nama 55 negara, dan Kuba membuat pernyataan bersama tentang masalah yang terkait dengan Xinjiang atas nama 45 negara, mendukung posisi dan tindakan Tiongkok, kata Hua, dilansir dari Global Times, Rabu (7/10/2020).

Semua negara ini sepakat bahwa penerapan dan pemberlakuan hukum keamanan nasional untuk Hong Kong kondusif dalam menjaga kemakmuran dan stabilitas kota, juga prinsip "satu negara, dua sistem". Hak dan kebebasan yang sah dari penduduk Hong Kong juga dapat lebih terlindungi dalam lingkungan yang aman, kata Hua, sembari mencatat bahwa tindakan di Xinjiang sesuai dengan hukum untuk melawan ancaman terorisme dan ekstremisme serta melindungi hak asasi manusia dan semua kelompok etnis di wilayah tersebut.

Hua juga menekankan bahwa masalah yang terkait dengan Hong Kong dan Xinjiang sama sekali bukan masalah hak asasi manusia yang dituntut oleh beberapa kekuatan, dan tidak boleh dipolitisasi.

“Seruan keadilan untuk mendukung Tiongkok menunjukkan bahwa upaya beberapa negara Barat untuk mendiskreditkan Tiongkok dalam masalah yang terkait dengan Hong Kong dan Xinjiang telah sekali lagi gagal,” terang Hua, mencatat bahwa 70 negara menekankan tidak adanya campur tangan dalam urusan dalam negeri, dan negara berdaulat adalah prinsip penting dari Piagam PBB.

"Krisis pengungsi, rasisme, ekstremisme, dan masalah etnis minoritas terus berlanjut, dan insiden kejam terhadap orang Yahudi, Muslim, dan keturunan Afrika sering terjadi di beberapa negara barat. Apakah mereka memenuhi syarat untuk mengatakan sesuatu tentang hak asasi manusia orang lain," kata Hua. "Tiongkok tidak akan pernah menerima 'pengajar hak asasi manusia' ini dan menentang standar ganda mereka."

Zhang Jun (张军), perwakilan tetap Tiongkok untuk PBB, pada hari Senin (5/10/2020) membuat pernyataan bersama pada Debat Umum Komite Ketiga Majelis Umum PBB, atas nama 26 negara, mengkritik AS dan negara-negara Barat karena melanggar hak asasi manusia, menyerukan agar pencabutan sanksi sepihak secara tuntas dan segera, serta mengungkapkan keprihatinan besar atas diskriminasi ras yang sistematis.

"Tiongkok siap bekerja dengan semua pihak untuk melakukan dialog dan kerja sama yang konstruktif berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menghormati serta bersama-sama mempromosikan pembangunan yang sehat dari tujuan hak asasi manusia internasional," tambah Hua.

Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

5 Fakta Tentang Dual Circulation, Konsep Ekonomi Baru China

 

logo clock 30-10-2020, 21:30
logo clock Baca ini dalam 5 Menit
logo share

Hari Kota Dunia 2020 Fokus pada Kerja Komunitas

 

logo clock 30-10-2020, 14:12
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Kedubes China di Makedonia Utara Sumbang Tablet untuk Pelajar

 

logo clock 30-10-2020, 14:03
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

WHO: Pandemi COVID-19 Masih Jauh dari Selesai

 

logo clock 30-10-2020, 14:01
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Sistem Ekonomi China Lebih Terbuka, Lima Tahun ke Depan

 

logo clock 30-10-2020, 12:58
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Viral